Selubung Memori
Mataku terkejap cepat, berusaha menganggap itu bohongan, tetapi alam merespons senyum gila itu.
Ombak meninggi, hampir mencapai ketinggian monster. Aku terlempar dan terjun dalam hitungan detik. Tubuhku tiba-tiba digulung ombak raksasa, tenggelam dalam perairan gelap. Kegelapan menguasai napasku.
Mendadak seekor ikan—besar, taringnya tajam, melesat ke bahuku, segera mengoyak seisi bahu kananku, sampai jeritan keras menguasai benakku.
Bab Populer