Oji dan Tije
Terlihat sangat kentara, Oji bingung harus berbicara apa.
"Maaf dek. Kita bukan OSIS," jawab Oji pada akhirnya.
"Oh,bukan ya," ia nampak malu sambil menggaruk tengkuknya.
"Tapi, kalau mau tanda tangan Oji boleh kok," aku berujar sambil menahan tawa.
Oji mencubit tanganku, ia tersenyum canggung. Gadis itu nampak senang, dan kembali menyodorkan bukunya.
Hot Chapters