Kakak Ipar Rasa Pacar
"Nadia adalah wanita yang luar biasa. Dia selalu ada untukku, di saat-saat sulit."
Darren mencium batu nisan kakeknya dengan lembut. "Aku akan selalu mengenangmu, Kakek," kata Darren. "Aku akan selalu mengingat semua nasihatmu."
Matanya masih tertuju pada batu nisan yang bertuliskan nama kakeknya. "Kakek, aku menyesal karena Kakek tidak bisa merasakan kebahagiaan yang sama denganku," bisik Darren, suaranya bergetar menahan haru. "Aku menyesal Kakek tidak bisa melihat bagaimana aku dan Nadia, maafkan aku yang kurang bisa berjuang untuk kesembuhan mu saat itu."