Rahasiaku Dengan Istri Omku
“Aku mau main! Main kucing-kucingan! Kucingnya nyaman sekali. Tante, mana ekor kucingnya?” Aku bertepuk tangan kegirangan seperti orang bodoh, sangat kooperatif dan menerjang ke tubuhnya.
Begitu menoleh, aku melihat bahwa ternyata ekor kucing itu terpasang di bagian belakangnya, belum dilepas sampai sekarang.
“Kamu baring yang benar, tante akan kasih main ekor kucingnya. Tapi, kamu harus patuh, nggak boleh berisik.”