Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LUCID DREAM

LUCID DREAM

Ia butuh waktu untuk berpikir, begitu alasannya saat ditanya. Dan sekarang di sinilah ia berada. Di dalam sebuah bak mandi yang terbuat dari marmer putih nan indah dipandang. Althea menyandarkan tubuhnya. Ia menghela napas. Mimpi semalam masih terbayang dengan sangat jelas. Lewat mimpi itu, Althea jadi sadar jika ia bisa memimpikan orang lain, bukan hanya Helio saja. Sudah begitu, orang yang dimimpikannya adalah orang yang tidak pernah ia duga sama sekali. Bagian kecil di dalam hati Althea merasa sedikit kecewa karena gadis itu tidak memimpikan Helio.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai the dolphin: story of a dreamer
Baca
+Pustaka
GREET'S WILDEST DREAM

GREET'S WILDEST DREAM

"Denger, aku..cerita sama Jordan beberapa tempo lalu saat ketemu lagi sama kamu. Dia tau bagaimana usahaku untuk cari kamu selama ini, dia tau gimana kacaunya aku. Dan waktu kita ketemu lagi, aku berpikir Tuhan emang udah takdirkan kita untuk ketemu lagi. Aku cerita kalau kamu selalu menghindar, kamu menutup diri sama aku. Jordan kasih aku semangat kalau aku ga boleh gampang nyerah. Aku sempet hopeless pas tau kamu punya pacar, tapi Jordan bilang selama kamu belum married, kesempatanku masih terbuka lebar. Dan seolah Tuhan mendukung aku untuk kembali dekat sama kamu, ditambah aku seperti dikasih kesempatan saat lihat tas kamu ketinggalan di kamar mandi di restoran di Nusa Penida." Mataku mel
1018.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 596 kali sebagai the dolphin: story of a dreamer
Baca
+Pustaka

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada satu karya yang langsung terlintas di kepala ketika membicarakan tentang menyelam ke dalam mimpi laut: 'The Big Blue' karya Luc Besson. Film tahun 1988 ini bukan sekadar tentang free diving, tapi juga tentang obsesi manusia terhadap kedalaman laut yang hampir seperti dunia mimpi. Karakter utama, Jacques Mayol, digambarkan sebagai seseorang yang lebih nyaman di bawah air daripada di darat, seolah laut adalah rumahnya.

Visualisasi bawah laut dalam film ini sungguh memukau, dengan warna biru yang dominan dan gerakan slow motion yang membuat setiap adegan terasa seperti balet air. Nuansa meditatif dan filosofisnya membuat penonton bertanya-tanya: apakah Jacques benar-benar mencari sesuatu di kedalaman, atau justru melarikan diri dari realitas di permukaan? Film ini mengingatkanku pada buku 'The Old Man and The Sea' karya Hemingway, dimana laut juga menjadi simbol perjalanan spiritual.

Novel Baru Update
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status