DESIRE DARK
peluh dingin mulai membanjiri wajah Kinan, aku menepuk pipinya, bibirnya bergetar, ia menangis dalam mimpi.
“Kinan, sadar, ini saya Hanzel, he Kinan,” bisikku, aku mengusap lengangnya, tak lama kemudian napasnya kembali teratur, Kinan kembali tertidur meski beberapa kali ia berteriak minta tolong. Apa yang ia mimpikan, itulah yang kupikirkan sekarang.
Hot Chapters