Istri Lima Belas Ribu
Mas Agam, suami tercintaku, sungguh mulia hatimu terhadap keluargamu.
Setelah siap di meja makan, aku memanggilnya.
“Cuma ini Dek?” Tanyanya tanpa malu. Aku mengangguk saja.
“Bukankah itu makanan favoritmu, Mas? Ah iya lupa. Ada lagi, makanan favorit yang lain. Sate! Tapi sayangnya, di rumah ini kamu selalu menyuruhku menyediakan menu itu. Jadi aku lupa. Maaf, ya Mas? Ya, kemarin kan dah makan enak di sana selama tiga minggu lebih. Di hotel, gak mungkin dong Mas, sediain menu receh kayak gini. Menu seperti ini pantasnya tersaji setiap hari di rumahku. Untuk makanan aku dan anak-anakku yang kaum rendahan. Ibarat orang India, kami ini berasal dari kasta Sudra. Jadi makanan yang pantas ya seper
Hot Chapters