Seribu Pintu Sindukala
tanya Marsala, melihat wajah Maruk menjauh dan meluruskan punggungnya, berpaling ke arah lain, mewaspadai sekitar.
“Bertemu Sindu,” jawab Maruk, kembali menoleh kepada Marsala.
“Di mana dia? Sindu ada di mana?” tuntut Marsala, menahan teriakannya dari balik giginya yang mengatup, dan menarik-narik jaket kulit Maruk.
Kening Maruk mengerut, memperhatikan mata dan bibir Marsala yang kemerahan selama beberapa saat, lalu menjawab lagi, “Suamimu ada di Catra, di rumah keluarganya.”
Hot Chapters