Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci
Dunia kembali bernapas, lautan kembali tenang, langit kembali biru dan untuk pertama kalinya sejak awal cerita realitas stabil.
Tidak ada siklus, tidak ada pengulangan, tidak ada kutukan hanya masa depan. Elena membuka matanya, perlahan. Sinar matahari menyentuh wajahnya hangat, nyata, ia duduk di sebuah bukit hijau. Langit cerah membentang di atasnya, tidak ada retakan. Tidak ada fragmen, tidak ada kehancuran hanya angin dan suara burung.
Untuk sesaat Elena hanya diam, merasakan semuanya, merasakan bahwa ia masih ada. Bahwa dunia masih ada, bahwa semuanya benar-benar berakhir dengan damai lalu seseorang berbicara dari belakangnya.
Hot Chapters