KEMBALINYA SANG RATU
"Ini adalah perpaduan tasawuf dan kepercayaan lokal. Tasawuf mengajarkan kita untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta melalui hati yang suci. Sementara kepercayaan lokal kita menghormati leluhur dan alam. Ketika dosa seseorang begitu besar dan ia melanggar keseimbangan adat, laut dan leluhur akan bereaksi. Itu yang kalian saksikan."
La Ode Harimao lalu mengutip bait banti-bhanti yang sarat makna:
"Te hawa mbea dhi kapoi, di olo na sintuwu ano," yang berarti, "Nafsu yang tidak dapat dikendalikan, hanya di tengah lautanlah tempat kita mengurusnya." Kejadian kemarin itu adalah representasi nyata dari teks bhanti-bhanti tersebut. Lautan bagi kita adalah jalan yang harus kita jadikan sebagai te