Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
One Day In Your Life

One Day In Your Life

"Ann mau menginspirasi banyak orang dan memberikan sebuah Maha Karya." Hiks... Hiks... Annastasia menangis, betapa sederhananya keinginannya itu. Ia telah lahir ke dunia dan tak banyak yang bisa ia tuntut atas kehidupannya. Ann pasrah. Ia tak bisa bergerak. Di tengah lautan, sebuah ombak setinggi monumen menjulang di atasnya. Bagai langit runtuh, ombak itu menghantam tubuh kecil Annastasia dan-
105.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 162 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
MR. CINDERELLA (INDONESIA)

MR. CINDERELLA (INDONESIA)

Kelopak matanya yang semula berat kini terangkat sempurna menatap hamparan pasir putih yang membatasi lautan biru dan daratan. Rungunya tak sanggup membendung suara deburan ombak yang bergulung-gulung di lautan demi mencapai bibir pantai. Terdengar indah mengalun merdu bagaikan lantunan orkestra unik yang membuat siapapun mengucap pujian pada Sang Maestro, Tuhan Sang Maha Pencipta.
1016.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 651 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Deru ombak dari ujung samudra mendekat ke arah bibir pantai, membawa aroma garam yang menusuk penciuman, membuyarkan keheningan di antara kami. “Datang ke sini udah aku siapin jauh-jauh hari. Aku enggak mau semuanya berantakan,” ucap Sae sambil menoleh ke arahku. Aku masih memainkan bara api dengan kayu di tangan, sambil sesekali menoleh pada ombak yang terus menjilati bebatuan karang. Aku menelan ludah pelan, lalu berdeham, berusaha menertralkan suaraku. “Semua berjalan lancar, kok,” jawabku pelan. Namun, aku yakin Sae bisa mendengarnya dengan jelas.
108.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 265 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 243 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai Apakah engkau mengerti? Segala rasa dalam sanubari Yang memintamu tuk hadir di sini Tuk menenemani Agar mengasihi Karenamu .… Ku jadi begini Kuharus dapatkanmu Apapun yang terjadi! Kenapa aku membaca puisi ini, seolah puisi ini untukku? Siapa yang membuatnya? Semua karangan puisi yang aku buat, aku tidak pernah menemukan puisi yang seindah ini.
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 68 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Hati Sang Bayangan

Hati Sang Bayangan

Terlihat ekspresi Helena yang berubah-ubah. “Wahh rasanya agak manis, asam, dan ada rasa cengkehnya. Tetapi ini cukup enak di perutku. Ini seperti minuman herbal,” ucap Helena yang tersenyum sebab merasa puas dengan minuman baru ini. Matanya lalu melirik ke arah pria berkulit putih pucat itu, “Hm … kau mau?” “Habiskan saja,” Nicholas lalu membuang kaleng birnya dan beranjak pergi, meninggalkan Helena yang masih menikmati minuman rempah itu.
886 viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

"Dan puisi tak perlu makna. Cukup keindahan yang merobek dada." Anak-anak Buton berlarian di halaman. Mereka lahir dengan mata biru elektrik dan rambut yang tumbuh menjalar seperti akar. Salah seorang menunjuk langit tempat kapal alien kedua meledak—bunga api dari ledakan itu jatuh sebagai koin emas yang berbisik dalam bahasa Wolio kuno. Mereka tertawa riang, tanpa tahu bahwa keindahan yang mereka saksikan sebenarnya adalah pertanda kehancuran. La Ode Harimau tersenyum pahit, menatap ke langit yang kini dipenuhi asap dan debu. "Puisi kita adalah puisi kematian," bisiknya pelan, sebelum ia menghilang di balik kabut tebal yang menyelimuti istana. Sementara itu, anak-anak Buton terus berlarian,
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 132 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

Hingga hari kedelapan di tengah lautan yang gelap tanpa penerangan rembulan Ardi mengucapkan sebuah permintaan pada samudera. “Berikan aku banyak ikan, dan aku akan memberikanmu jiwaku!” Kilatan menyambar dengan tanpa aba-aba beberapa kilat tanpa ada suara gemuruh guntur. Laut yang tenang tiba-tiba bergelombang tinggi, mata Ardi melihat banyak ikan mulai berlompatan ke arah jaringannya. “Badai sepertinya akan datang hingga membuat ikan takut dan berlompatan,” gumam Ardi tanpa mengetahui arti dari semua yang ia dapatkan.
109.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 208 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 184 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ombak yang tadinya berkejaran riang tiba-tiba menghantam karang dengan dentuman yang memekakkan telinga, seolah laut sedang mengerang kesakitan. Samudra Arkananta berdiri membeku di bibir pantai. Matanya terpejam rapat, namun rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. Tubuhnya bergetar hebat. Ia tidak hanya melihat melalui mata, ia merasakan melalui jiwa kertas itu. Ia merasakan setiap tetes minyak panas yang kotor meresap ke dalam simbol sucinya. Ia merasakan aroma amis tepung dan bawang yang menyengat, menodai wangi garam dan laut yang ia agungkan.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 28 Beses bilang puisi ombak
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status