SANG PENANTANG WURAKE
"Bu Marwiyah belum datang, Kak. Tadi itu dia minta aku untuk datang kasih tau kamu dulu. Katanya, bayar di muka. Kamu ada uang?"
"Ada ada! Itu, cari di bawah tikar itu, bawa saja semuanya!"
Zarima sambil mengarahkan sedikit wajah pada sebuah tikar anyaman daun pandan muara yang tergeletak di salah satu sudut ruangan. Tanpa menunggu, sigap kuraih teplok, lalu menerangi sekitar tikar dimaksud.
"Hati-hati Bary, jangan sampai kita kebakaran;" ucapnya tiba-tiba.