Aku Istri yang Tidak Dianggap
“Widihh . . masih ingat aja nih si mamang! Keren banget, Mang! Sekalian jangan lupa, roti bakar keju susunya satu, sama jeruk hangatnya dua, ya!”
“Siap, Mas, okedeh, saya siapin dulu ya, nih cemilin dulu kerupuknya kalau sudah keburu lapar!” ucap Mang Tisna, sebelum pergi untuk membuatkan pesanan kami, selain wajahnya yang semakin tua, tidak ada yang berubah dari dirinya, tawanya masih selebar dulu.
Sambil menunggu pesanan aku memilih membuka ponselku, memeriksa apa Tiara sudah membuka dan membalas chatku atau belum.