Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Makan tanpa nasi itu bagaikan ambulance tanpa sirine. Dengan sangat terpaksa Kaila menghabiskan semua menu yang tersaji. Ia memakan irisan tomat dan timun yang hanya tiga iris doang. Kalau begini modelannya, irisan tomat nyangkut di gigi doang yang ada. “Mau nambah?” tanya Melviano yang sudah selesai makan. “Tidak usah, Mel,” tolak Kaila langsung. “Kalau begitu cepat, keburu panas.”
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Entahlah aku lupa. “Nggak, Ci. Tadi makan di kos. Sop gabus pucung.” Aku menjawab dengan menjilati bibirku sekali. “Nah gitu dong, jangan mi instan melulu. Lo kudu makan yang lainnya, yang bergizi, lihat tubuh lo. Lo itu sebenarnya cantik, tapi terlalu kurus nggak seger, kulit lo putih tapi pucat.”
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Pendekar Sabre

Pendekar Sabre

Zizi sudah seperti istri yang menyambut suaminya pulang. "Haiyah, pagi ini aku belum makan. Makanan di Mata Air sangat membosankan, aku lebih baik memakan kulit terong bakar atau kulit kentang bakar yang pedas daripada hanya bubur beras setiap hari," oceh Zizi mengusap perutnya yang keroncongan.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 617 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Jebakan Pernikahan Sang Miliuner

Jebakan Pernikahan Sang Miliuner

"Gak ada menu lain? Telur dan nasi. Aku gak bisa hidup kayak gini!" Paulios yang sedang duduk di depannya sambil menyendok nasi, mengangkat alisnya santai. "Kalau gak suka, gak usah makan." Tatiana mendengus keras. "Kamu pikir ini cukup untuk aku? Aku butuh makanan sehat. Gimana kulit aku mau glowing kalau setiap hari cuma makan ini?"
10965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Satu Malam Bersama Adik Ipar

Satu Malam Bersama Adik Ipar

ujar Rosita dengan raut wajahnya yang masam. Tisa mengibaskan tangannya. "Iya, tuh. Pasti sengaja ya, biar aku kehausan dan mengalami dehidrasi?" imbuh Tisa kemudian. "Aku minta maaf, Tisa. Tadi aku—" "Sudahlah. Sebaiknya kamu di dapur saja membuatkan makanan spesial untuk Tisa. Dia akan makan siang di sini." "Iya, Ma."
9.9204.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.5K kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Hamil Tapi Perawan

Hamil Tapi Perawan

"Ish ... bikin worry saja. Habisin semuanya Mas, aku kenyang." "Kapan kamu makan?" Sedari bangun Shaka belum melihat istrinya mengisi perutnya. "Lihatin kamu udah kenyang. Aku belum lapar, udah minum susu tadi," jawab Tsabi benar adanya. "Sini aku suapin," ujar pria itu membagi sisa gigitannya. Sebenarnya Tsabi agak mual dengan bawang bombay, tetapi isian itu kurang menarik tanpa umbi satu itu.
9.860.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

tanyaku kepada Tiara. "Aku biasa membeli Bakso urat, Bakso keju, Bakso Telur dan Bakso lobster. Maaf iya mas, aku walaupun kecil-kecil begini. Tetapi makanku banyak," ungkap Tiara sambil tersenyum. "Yasudah nggak apa-apa Tiara, makan banyak yang penting sehat. Ayo kita ke kedai Baksonya," jawabku dengan tersenyum.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Cinta Berawal dari Terpaksa

Cinta Berawal dari Terpaksa

imbuhnya agi. "Baik, maafkan saya Tuan." Lirih Lisa. Lisa nampak kebingungan dengan hidangan di atas meja. Sebab hanya ada sandwich telur dan susu serta air putih. Tidak ada nasi, lauk maupun sayuran. Dia memang tidak terbiasa sarapan dengan sandwich, dia nanti pasti akan segera merasa lapar jika hanya memakan makanan tersebut. Apalagi di atas piringnya hanya ada dua buah sandwich, namun Lisa tetap melahapnya.
1014.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

sungutku masih kesal. “Iya nih, harus cepat makan biar nggak telat.” Dalam hitungan detik, Sasi sudah duduk di sofa sambil tersenyum melihat dua porsi nasi goreng seafood, dua botol air mineral, segelas susu hangat, kentang goreng dan secangkir kopi panas. Dia mengusap kedua tangan, seakan tidak sabar melahap makanan tersebut.
1045.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
ANAK TUKANG CUCI PIRING

ANAK TUKANG CUCI PIRING

tanya Imas seraya melepas tas ranselnya yang berukuran kecil lalu meletakkannya di samping tubuh. “Masih sama seperti kemarin. Belum masuk nasi.” “Loh, terus makan apa, dong?” tanya Imas bingung. “Paling makan buah-buahan atau roti, Imas. Kemarin sih suka minum susu juga, tapi sekarang malah jadi mual katanya kalau nyium bau susu.” “Ya Allah,” tutur Imas khawatir. “Teteh!” Kedua manusia itu menoleh bersamaan saat suara Abel memenuhi ruangan. Imas lekas berdiri, menyambut wanita itu dengan cara merentangkan tangan.
1060.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status