Yang Terpilih
Entahlah aku lupa.
“Nggak, Ci. Tadi makan di kos. Sop gabus pucung.” Aku menjawab dengan menjilati bibirku sekali.
“Nah gitu dong, jangan mi instan melulu. Lo kudu makan yang lainnya, yang bergizi, lihat tubuh lo. Lo itu sebenarnya cantik, tapi terlalu kurus nggak seger, kulit lo putih tapi pucat.”