Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perawan 1M Pencuri Hati

Perawan 1M Pencuri Hati

ujar Malik. "Nggak boleh, nanti mas sakit." Tisha membuka bungkusan roti lalu memakannya hingga habis. Setelah itu dia baru memakan buah yang tadi dia beli. Perut kenyang mata pun mengantuk. Tisha merangkak naik ke kasurnya lalu berbaring. Matanya mulai tertutup rapat, nafasnya mulai beraturan. Sepertinya dia ngantuk berat.
1010.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

"Oh iya mau makan apa? tanya Taufik kepada mereka. "Lo yang teraktir, Fik?" Andi bertanya. "Iya dong!" jawab Taufik singkat. Mendengar itu, Wahyu langsung memesan. "Gue sate, nasi goreng, sama capcay ... udah itu aja!" Mukanya nyengir bahagia. Taufik yang mendengar itu, menyahutnya terkejut. "Buseett! Enggak makan setahun lo?"
9.93.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Aku Madu

Aku Madu

ucap Rini ketika mengingat masa itu. “Waktu itu walaupun makan pisang rebus tapi rasanya enak sekali Bu," Clarissa berucap jujur. Rudi yang duduk di samping istrinya tersenyum ketika mendengar obrolan istrinya bersama dengan anaknya. “Risa juga belum terbiasa sama makan- makanan yang seperti pizza. Terus juga roti gulung di dalamnya ada sosis. Rasanya lebih enak pisang rebus,” jawab Clarissa.
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
SEBUNGKUS MIE INSTAN

SEBUNGKUS MIE INSTAN

tanya Jimmy sambil membuka tudung saji yang ada di atas meja makan. "Itu ada mie sama nasi kemarin." "Bosan aku, Bu tiap hari makan cuma pakai mi kuah sama nasi saja. Mana ini nasi sisa lagi." "Kamu protes memangnya kamu ngasih ibumu ini uang? Ibu juga gak mau tiap hari makan seperti ini. Tapi uang sudah gak ada mana lagi ibu malu kalau harus cari hutang melulu di tukang sayur."
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Dilamar Adiknya, Dinikahi Kakaknya

Dilamar Adiknya, Dinikahi Kakaknya

Kebiasaan lamanya sebagai politisi. Tanisha mengambil roti dan sup miso. Langit hanya memasukkan kopi hitam ke meja. “Mas nggak makan?” Tanisha duduk. “Minum aja.” “Mas, kamu belum tidur. Minimal makan sesuatu—” “Tadi saya udah makan.” “Kapan?” Tanisha menyipitkan mata. “Jam empat.” Tanisha mendelik. “Itu bukan makan, Mas. Itu… nyicip udara.”
9.75.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Istri Sah CEO

Istri Sah CEO

"Wak loh makan dulu ya! biar gue suapin loh! pokoknya loh harus habisin nasi ini supaya loh cepet sembuh!" celetuk Keisya kepada sahabatnya itu. "Key, kan gue udah makan pizza tadi, gue kenyang banget nih!" sahut Zahwa menolak kemauan Keisya "Oohh iya yah, loh kan udah makan pizza banyak!" celutuk Keisya kembali
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Menikahi Suami Kembaranku

Menikahi Suami Kembaranku

Suasana hangat keluarga itu membuat Tisa sedikit merasa bersalah karena Ia telah membohongi semuanya. Saat mereka makan, tidak ada makanan yang bisa Tira makan kecuali sayur. Tisa memang tak suka protein tinggi. Ia cenderung lebih suka makan sayur yang akan membuat badannya sehat dan kuat dalam bela diri. Bu Sani diam-diam memperhatikan Tira yang hanya makan sayur. "Ikan dan sambalnya nggak enak ya?" tanya Bu Sani.
8.53.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Isela: Putri yang Terbuang

Isela: Putri yang Terbuang

“Makanlah, kau pasti belum sarapan.” Ragu-ragu Isela menerimanya. Untuk menghindar dari percakapan dan secara kebetulan perutnya lapar, Isela merongoh paper bag itu, mengambil sebuah kotak makanan berisi beberapa buah fruit sando dan sebotol susu.
1061.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Mr Presdir-ku

Gairah Liar Mr Presdir-ku

sungut Derren. Tisya tak menjawab, dia hanya mengangkat paper bag di tangannya. Tisya mengeluarkan semua isinya, dia menyimpannya di atas meja. "Makan siang dulu. Aku nggak masak, tapi ini enak juga. Cobain, deh!" ajak Tisya sambil menunjukkan semua makanan itu dengan antusias. "Ada apa?" tanya Derren dengan ketus. Derren berjalan mendekati Tisya yang sedang duduk di sofa.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Tak Cukup Satu Lauk

Tak Cukup Satu Lauk

Tanya mamak. "Mamak bukalah tudung saji itu" "Tumis kul?" Mamak menautkan kedua alisnya. "Iya mak, tahu goreng juga" "Ish jijik betul aku makan tumis kul ini, tak masuk ke dalam perutku Laila" Nada mamak meninggi.
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai tisu makan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status