Di Antara Dua Pilihan
Ting
Pintu lift terbuka, Dhara tidak lantas melangkah karena bermaksud mengikuti Keenan dari belakang.
Namun, tanpa aba-aba tangannya disambar Keenan. Ditarik hingga kaki kecilnya harus melangkah dua kali lebih cepat.
"Keenan. Sakit," ringis Dhara dengan panik. Ada apa ini, kenapa tiba-tiba begini?
Untuk kedua kalinya, Dhara merasa dirinya tidak ada, tetapi Keenan mencengkeram pergelangan tangannya cukup kuat. Bukankah itu artinya, suaminya menganggapnya ada bersamanya?