Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Our Fight

Our Fight

“Satu….Dua….Ti..” ****
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Just For Fun, Gak Boleh Baper! (Trilogi Just, Seri-2)

Just For Fun, Gak Boleh Baper! (Trilogi Just, Seri-2)

Dia mulai lelah dan ingin beristirahat. “Oke. Kalau gitu langsung tanda tangan aja.” “Tambahkan poin kedua dulu.” Brandon mengingatkan, agar tidak lupa. Sheila mendesah pelan kemudian menambahkan dua kalimat pada poin kedua. Dia menyerahkan lagi kertas itu kepada Brandon, agar bisa dibaca kembali. Setelah memastikan tidak ada lagi yang ingin ditambahkan, mereka segera menandatanganinya.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
The Red Swan (The Demon vs A Dancer) (IND)

The Red Swan (The Demon vs A Dancer) (IND)

Penulis sangat menerima saran dan kritik yang membangun. Masih ada beberapa istilah dalam bahasa asing yang mungkin kurang dimengerti, seperti en pointé (adalah berjinjit hingga ujung jari kaki sambil melakukan gerakan-gerakan balet), atau pas de deux (adalah duet tari di mana dua penari, biasanya laki-laki dan perempuan, melakukan langkah balet bersama), atau juga pointé shoes (adalah jenis sepatu yang dikenakan oleh penari balet saat melakukan tarian en pointé).
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

“Titik api kedua dinyalakan. Nusantara bukan akhir, tapi awal. Aku masih di sini dan mereka juga.” Aku menatap tulisan itu lama, dada serasa diremas. Sinta menatapku, wajahnya pucat. “Apa maksudnya ‘titik api kedua’?” Aku menggeleng, menatap ke luar jendela. Di kejauhan, lampu mercusuar menyala… lalu berkedip dua kali cepat, teratur, seperti sandi. Aku berdiri perlahan, kata-kata Ira berdengung di kepala: “Aku masih di sini.”
716 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Raka terkekeh kecil. “Coba sini, Mas lihat.” Anaya sempat ragu, tapi menyerahkan laptop juga. Raka duduk di sampingnya, menatap layar dengan serius. Beberapa menit kemudian, ia mulai mengetik, cepat, rapi, tanpa ragu. “Kalimat ini sebaiknya jangan pakai kata ‘menurut peneliti’, ganti dengan ‘peneliti berpendapat’. Terus, bagian ini terlalu panjang, coba pisah jadi dua paragraf.”
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
RUMAH EYANG

RUMAH EYANG

[AKU BENCI! Dahiku mengkerut, apa maksud tulisan ini? Tulisan yang dibuat dengan huruf besar semua dan banyak tanda seru. Menandakan, kalau Ibu sedang sangat marah waktu menulis ini. Tulisan ini hanya terdiri dari 2 kata. Tapi hurufnya besar-besar, hingga memenuhi satu halaman. Aku melihat ada beberapa huruf yang memudar, seperti terkena air. Apa Ibu sedang menangis saat menuliskan ini?
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

] Tidak lama kemudian, secepat kilat penulis itu membalasnya dengan koreksinya lengkap. [Saat dialog selesai, tanda titik dulu baru petik. Bukan petik dulu baru titik! Perbaiki lagi, ya. Ini pengaruh saat pembaca melirik tanda baca yang salah, otomatis mereka enggan membaca kelanjutannya.] [Oh begitu ya, kirain nulis mudah. Ternyata sulit juga, ya. Pantas saja kamu mendapatkan apresiasi segitu banyaknya.] balasku melalui pesan inbox.
13.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci

Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci

tanya Elena. Layar memperbesar tampilan, titik-titik muncul. Ribuan, mungkin jutaan. Bergerak, terhubung. Dan di tengah semuanya dua titik yang berbeda. Lebih terang, lebih stabil. Adriana menunjuk. “Itu kamu.” Lalu ke titik lain. “Dan itu … Leonardo.”
677 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status