Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

“Titik api kedua dinyalakan. Nusantara bukan akhir, tapi awal. Aku masih di sini dan mereka juga.” Aku menatap tulisan itu lama, dada serasa diremas. Sinta menatapku, wajahnya pucat. “Apa maksudnya ‘titik api kedua’?” Aku menggeleng, menatap ke luar jendela. Di kejauhan, lampu mercusuar menyala… lalu berkedip dua kali cepat, teratur, seperti sandi. Aku berdiri perlahan, kata-kata Ira berdengung di kepala: “Aku masih di sini.”
817 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

] Tidak lama kemudian, secepat kilat penulis itu membalasnya dengan koreksinya lengkap. [Saat dialog selesai, tanda titik dulu baru petik. Bukan petik dulu baru titik! Perbaiki lagi, ya. Ini pengaruh saat pembaca melirik tanda baca yang salah, otomatis mereka enggan membaca kelanjutannya.] [Oh begitu ya, kirain nulis mudah. Ternyata sulit juga, ya. Pantas saja kamu mendapatkan apresiasi segitu banyaknya.] balasku melalui pesan inbox.
13.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Aku menjauhkan ponselku dari telinga, dan menutup speakernya menggunakan tangan berharap dapat sedikit meredam suara. "Bener sih Fai... Takutnya jadi nggak ngerasa bebas nih karena ada orang lain." Aku mengepalkan tangan kiri, mengangkatnya dan menunjukkannya kepada mereka berdua. "Diem nggak lo berdua!" Ucapku tanpa suara, namun dengan penekanan agar gerakan bibirku dapat ditangkap oleh keduanya. Bukannya diam, keduanya justru tertawa cekikikan kembali. Aku melemparinya dengan boneka kecil yang kebetulan berada di samping tempatku berdiri.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Semua Perempuan Itu Mengejarku

Semua Perempuan Itu Mengejarku

Seperti memang hari ini, Doni harus menyiapkan mental lebih. “Ini lagi….! haduh. Mau sarjana kok. Harus konsisten kamu, pakai koma jangan titik. Meskipun di laptop kamu koma nya memakai titik. Rumus itu ya nak, formula di aplikasi itu memang mengharuskan memakai titik, tetapi di kaidah ilmiah kamu tetap pakai koma. Ribet memang, tetapi itulah yang namanya penelitian, apa kata dasarnya? Teliti. Kalau kamu gak bisa ganti satu persatu langsung copy paste di file baru dan kamu re place all saja antara titik menjadi koma.” Bu Dyah menatap tajam ke arah Doni. Riasan make up tipis pembimbing tugas akhir itu perlahan mulai melutur. Entah karena cuaca yang mulai panas atau karena semangat dalam menje
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
TAKDIR KEDUA

TAKDIR KEDUA

"JANGAAAAAN!!!" 'Jleb!' "MATIIIII!!!! MATI KALIAN!!!! MATIIIII!!!!" 'Jleb!'
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Cinta Segiempat

Cinta Segiempat

"EH KE GUEE TAU!!" "APAAAN!! ORANG KE GUE JUGA, NATAPNYA AJA KE GUE!!" "IH~ POKOKNYA GUE!" "GUE!!" "GUE!!" "GUE TITIK!! NGGAK PAKE KOMA!!"
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Raka terkekeh kecil. “Coba sini, Mas lihat.” Anaya sempat ragu, tapi menyerahkan laptop juga. Raka duduk di sampingnya, menatap layar dengan serius. Beberapa menit kemudian, ia mulai mengetik, cepat, rapi, tanpa ragu. “Kalimat ini sebaiknya jangan pakai kata ‘menurut peneliti’, ganti dengan ‘peneliti berpendapat’. Terus, bagian ini terlalu panjang, coba pisah jadi dua paragraf.”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

Suara pria itu terlalu dekat, terlalu tenang, dan entah kenapa justru membuat dirinya semakin gugup. Summer langsung menulis lebih cepat supaya pikirannya tidak melayang lagi. “Kau salah.” Tangan Summer langsung berhenti. Ia cepat-cepat melihat catatannya sendiri. “Aku salah?” Dylan menunjuk rumus yang baru saja ia tulis. “Harusnya pindah ke kanan dulu.” Summer langsung melihat ulang tulisannya. Dan benar saja. Ia salah menulis karena terlalu tidak fokus.
10958 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
MADried Couple (Indonesia)

MADried Couple (Indonesia)

komentar Kara tiba-tiba di sela-sela makannya. Dean melirik malas ke arah Kara lalu memeriksa tulisannya sendiri. “Typo gue!” sahut Dean lalu mengoreksi kesalahannya. “Tuh yang paragraf kedua juga, harusnya menyosialisasikan, bukan mensosialisasikan.” koreksi Kara lagi. Dean mendesis malas, “Itu typo juga kali.” elaknya lalu mengoreksi kata yang Kara tunjuk.
5.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Sidekick

Sidekick

Mereka nggak suka kalau ngomongin kerjaan berdiri. Imas duduk di sebelah gue. Kemudian membaca dengan cermat quotation gue dengan seksama. Imas dan temen-temennya ini teliti semua. Titik koma aja nggak pernah kelewat sama mereka. Apalagi double spasi dan double-double lainnya. Luar biasa pokoknya. Nggak cuma cewek-cewek cakep centil hobi dandan aja!
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai penulisan tanda titik dua yang benar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status