Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
May i Love you?

May i Love you?

Saat Tiara sedang marah dengan mereka, oh iya Tiara bukan tipe cewek matre yang suka barang barang branded ya. Tiara lebih suka di ajak pergi ke Timezone untuk bermain semua permainan yang ada disana. Atau pergi ke toko buku, untuk membeli berbagai novel yang menarik perhatiannya. Sebenarnya untuk membujuk Tiara tidaklah sulit bukan.
104.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 159 Beses bilang toko buku tara
Read
+Library
BUKU TERLARANG

BUKU TERLARANG

Riven berjalan sendirian di trotoar, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku jaketnya yang sudah agak basah. Dia baru saja pulang dari kampus, menghabiskan waktu di perpustakaan hingga larut. Sebagai mahasiswa jurusan IT, dia lebih suka tenggelam dalam buku dan layar komputer dibandingkan kehidupan sosial yang melelahkan. Tapi malam itu, langkahnya berhenti di depan sebuah toko buku tua yang hampir tidak pernah dia perhatikan sebelumnya. Jendela kaca toko itu berembun, dan papan kayu di atas pintu menampilkan tulisan yang sudah mulai pudar: Antik & Misteri.
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 64 Beses bilang toko buku tara
Read
+Library
Selubung Memori

Selubung Memori

“Eh, ah? Oke.” “Tidak perlu diingat lagi. Tidak perlu bahas ini lagi.” Tara menutup buku—aku tidak tahu dia sempat menulis atau tidak, tetapi dia meletakkan buku itu kembali ke rak. “Fal tidak sanggup bicara sampai kau datang. Bukan berarti karena kau yang mengalami, efeknya juga akan berbeda. Kita bicara yang lucu-lucu saja.” Dan Tara langsung meringis, persis seperti cara Fal meringis setelah sedih.
1019.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 674 Beses bilang toko buku tara
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Ia tengah duduk di ruangan sang ketua Seagull sambil menatap Coove yang menyala dan menampilkan sosok pemuda berwajah tirus dan lemah karena terjebak dalam Vacuum selama enam bulan. “Jadi kau yang bernama Tara?” ujar suara di seberang. Agnes menjadi juru bicara karena Urielle yang baru bangun belum bisa bicara dengan normal. Tara mengangguk. Okami memandang kartu identitasnya sambil sesekali melirik. Ia pasti curiga karena nama yang tertulis di sana adalah Sergei Mashkov. “Itu nama kecilku di Indonesia. Sama seperti Xavier, aku berasal dari sana,” jelas Tara.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 105 Beses bilang toko buku tara
Read
+Library
Istri Manja Om Duda

Istri Manja Om Duda

Sampai pada destinasi pertama yang merupakan salah satu toko tas ternama, mereka turun. "Ini siapa yang mau beli tas?" tanya Reina. "Aku!" Tara tersenyum senang. "Dua minggu lagi, aku bakalan dinas ke berbagai tempat yang akan memakan waktu sampai satu bulan lamanya. Ya jelas aku harus beli tas baru sebagai teman baruku dong!"
1034.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang toko buku tara
Read
+Library
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

Susi memuji, “Bagus, Tara. Nanti siang bantu di dapur, ya.” Tiara mengangguk, kembali ke kamar pelayan untuk menyembunyikan buku catatan itu di dalam tasnya. Dalam hati, ia berpikir, "Ini baru permulaan. Tiga hari lagi, aku akan bikin kejutan untuk Raka dan Siska."
10367.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 10.3K Beses bilang toko buku tara
Ipakita ang mga Review (25)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Basahin ang Lahat ng Review
Menikahi Pangeran Es

Menikahi Pangeran Es

YYY “ Tar, lihat!” Desis Alden sambil memperlihatkan sebuah majalah dewasa tepat di depan wajah Tara. Tara tak terpengaruh, ia menatap sebuah novel di tangannya. Sasmita Praba, nama itu tak asing. Ia meraih novel lain yang telah di buka segelnya. Jantungnya terperosok ke perut begitu melihat sekilas isi novel itu. Tanpa perlu berpikir Tara menuju kassa dan membawa pulang novel itu.
109.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 260 Beses bilang toko buku tara
Read
+Library
Hasrat Terlarang Sang Detektif

Hasrat Terlarang Sang Detektif

Masih dengan jantung yang berdebar kencang, Tara memimpin jalan menuju bagian belakang perpustakaan, melewati deretan rak buku referensi menuju area baca yang tersembunyi di balik pilar besar. Dia hanya berharap tak ada staf lain yang melihat. Cukup Emma. Meskipun dia tahu, Emma saja sudah cukup untuk membuat seluruh perpustakaan, bahkan seluruh Notting Hill tahu. Bahwa hari ini, seorang pria mengunjungi Tara. “Kau tidur nyenyak semalam, Nona Bradley?” tanya Greg, selagi berjalan di belakang Tara sambil memindai profil wanita itu.
102.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 61 Beses bilang toko buku tara
Ipakita ang mga Review (38)
Read
+Library
Novi Kurniawati
ceritanya seru banget.... teka tekinya bikin bingung tapi bikin penasaran.. kalian harus baca sih soalnya makin di baca makin pusing dengan tekateki tambah penasaran jadi nagih + bingung gitu loh ...
muiz
Racikan ceritany gud, pembaca tuh diajak ikut tertarik dua arah. Antara profesionalitas vs perasaan. Kebawa mas Greg ngejar kebenaran atau terlena urusan hati wkwk. Dialognya bagus, ada dinginnya profesional tapi ada hangatnya cinta yang dipaksa tertahan. bikin baper tapi gak norak🫶...
Basahin ang Lahat ng Review
TARO

TARO

“Bagaimana bisa ada Taro di sini?” “Aku pecinta Taro. Ada banyak stock di lemari.” Iya menunjuk lemari di dekat kabin dapur. Astaga, orang ini tidak memiliki makanan di kulkasnya dan bisa-bisanya dia men-stock minuman Taro? Tapi memang tidak kupungkiri rasa taro memang nikmat. “Tunggu sebentar, akan aku buat.” Sepersekian detik berikutnya Aksa sudah menghilang dari hadapanku.
2.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 95 Beses bilang toko buku tara
Read
+Library
MENGAJAR CINTA

MENGAJAR CINTA

“Gue bikin teh dulu, daripada makin haus lihat lo berdebat sama bocah.” Tara mendengus, lalu menatap Ares dengan ekspresi penuh tekad. “Dengar ya, Ares... suatu hari nanti, Om Tara bakal kaya raya. Om bakal bikin toko es krim sendiri. Ada rasa stroberi, coklat, bahkan rasa... rendang kalau perlu!” Ares membelalak. “Hah?! Es klim lasa lendang?!”
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang toko buku tara
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status