Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Pagi itu, sinar matahari yang masuk melalui jendela dapur seharusnya membawa kehangatan. Namun bagi Dara, udara di meja makan terasa lebih dingin dari biasanya. Dia menyantap nasi gorengnya dalam diam, sementara di seberangnya, Arkha dan Tari terus bercengkrama akrab seperti dua sahabat karib tak terpisahkan.
“Mas, aku minta izin buat beli buku materi ya buat semester depan?” pinta Tari dengan suara manja.