Raina
“Gue penginnya secepatnya, tapi keputusannya gue serahin ke pempelai wanita.”
Boleh jitak Galih gak? Selain tidak waras otaknya, mulutnya juga lemes.
Rasanya ingin cepat-cepat pulang, api aku harus memerankan peranku dengan baik. Walhasil, aku mengumbar senyum palsu.
“Doain aja,” jawabku sekenanya.
“Duh, kok gue merasa suhu di ruangan ini meningkat ya? Tambah panas gini,” ujar Erfan sambil menggerak-gerakan kerah T-shirt yang dipakainya.
Bab Populer