Dendam Dan Pengkhianatan
Ya, Gendis tak perduli pada sosok asing itu, dia tetap menangis, berteriak, histeris dan terus saja memberontak dan tak ingin diselamatkan, namun pegangan erat itu mendekap dengan begitu kencang, tak sebanding dengan tenaga Gendis yang hanya sebagai seorang perempuan lemah tak berdaya bahkan kalah tenaga, kali ini dia benar-benar sudah kehabisan energi dengan semua apa yang dia lewati.
“Kau ingin mati dan mengakhiri semua ini, HA?”
“Pikirkan baik-baik!”
“Jika kau mati? Lalu setelah itu semua masalahmu akan selesai begitu sajaaaa...?”
Tom, kali ini benar-benar tak ingin melepaskan Gendis yang begitu nekad tetap memberontak dan benar-benar sekuat tenaga namun tetap tak berdaya.
“Kenapa kau