Mengembalikan Senyum Bidadari
Kenapa Pandu terlambat menyadari, hingga mencampakkan wanita yang paling berharga dalam hidupnya?
“Zea, Zyan, dan Mama kembali pulang ke rumah. Kita akan kembali bersama,” ungkap Pandu meyakinkan Zea. Ia kembali memeluk putrinya, menikmati dekapan kerinduan yang enam tahun tak ia rasakan. “Maafkan Papa, Nak.”
Zyan yang menyaksikan interaksi keduanya ikut meneteskan air mata. Walaupun Zea terisak, tetapi ia bisa melihat ada cinta yang Zea simpan untuk papanya.