Kembalinya Sang Raja Naga
Dentuman besar mengguncang langit, menciptakan ledakan yang menyilaukan seluruh medan perang.
Ketika debu dan asap mulai mereda, Duke Davin berdiri dengan napas terengah-engah, pedangnya menancap di tanah. Tubuh Bartos terhuyung, sisik-sisik hitamnya berjatuhan, namun senyum dinginnya masih terukir.
"Manusia, kau benar-benar layak menjadi lawanku," ujar Bartos sambil tertawa lemah, sebelum tubuhnya runtuh menjadi abu yang tertiup angin.