Tiga Belas Bulan Bersama
Bukan karena tatapan Haikal yang menusuk, tapi karena fakta bahwa dalam beberapa hari, dia akan berdiri di pelaminan, bukan dengan pria yang dia cintai, bukan dengan impian masa kecilnya, tapi dengan pria yang nyaris tidak dia kenal.
Perlahan, Sania duduk kembali di ranjang. Tangannya meraih jadwal yang tadi diselipkan Evana ke dalam map kecil. Matanya menelusuri daftar kegiatan yang terlihat seperti kartu ujian nasional.
“Semua ini gila …,” gumamnya lirih setelah membaca keseluruhan jadwal, mulai dari fitting baju, pre-wedding, konferensi pers, gladi bersih dan lainnya.
Bab Populer