Mati Untuk Hidup
Ibuku menangis untuk kesulitan kakakku, aku menangis karena dipaksa oleh keluargaku.
Kami menangis dengan cara yang aneh, tanpa suara, hingga mobil di belakang menyalakan lampu dan menerangi kami. Begitu tahu kami dilihat orang, aku merasa sangat malu, namun ibuku terus berpegang pada tubuhku dan tidak mau berdiri.
"Aku akan memaafkan dia, sekali saja."
Aku terpaksa melakukan itu.
Satu kali berkompromi, pasti akan ada yang kedua. Ibuku tetap mahir berlutut, demi uang, dan tetap mengorbankan harga diri.
Hot Chapters