Suami Pelarian
"Aku sayang kamu, Sha, sayang banget. I love you."
"Aku juga, Yud." Sesaat kami bertatapan, berbicara dengan mata kami.
"Eh, tapi ngomong-ngomong, berarti kemarin-kemarin ini kamu cuma akting, ya? Menguji kesabaranku? Hayo, ngaku, Yud," tuduhku dengan telunjuk teracung di depan wajahnya. Yudis terkekeh pelan. Ih, mencurigakan, tapi jawabannya melegakan.
Bab Populer