Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

Tumbal Ketujuh Obsesi Sang Nyai

"Siapa Fatimah sebenarnya?" Fatih terdiam cukup lama, tak sepatah kata pun mampu keluar dari bibirnya saat pertanyaan itu melayang dari Laras. Bagaimana mungkin ia berterus terang? Mengatakan bahwa Fatimah adalah istrinya juga. Wanita yang sejak kecil selalu ada di sisinya, yang dengan tulus dan ikhlas merawat ibunya yang sakit-sakitan, bahkan saat ia sendiri harus pergi merantau demi mencari nafkah. Semua itu dilakukan Fatimah tanpa pernah menuntut balas, hanya karena ia sudah menganggap Fatih sebagai bagian dari hidupnya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Wanita rapuh, itu aku, Rafasya Az-Zahra. Raden Patah menggenggam surat Zahra. Tubuh Zahra yang diam di gantungan itu menjadi pusat perhatian nya. "Turunkan dia!" Suara dengung terdengar lebih ramai. Namun, perintah Raja adalah hal mutlak. Algojo yang bertugas mengeksekusi Zahra bergegas menurunkan perempuan itu. Sayyidah berusaha mencegah suaminya untuk turun, namun tidak dapat sebab Raden Patah lebih dulu menghampiri gadisnya.
104.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

kata Zahra. Umi Awiyah yang tidak melepaskan tangan Zahra sedikitpun mengangguk, "Ayo kita lihat Fatimah kecil, Ra!" "Wah, Namanya Fatimah, Umi?" tanya Zahra. Umi Awiyah mengangguk, "Semoga akhlaknya mengikuti wanita mulia pemimpin surga kelak, Sayyidatina Fatimatuz Zahra!" "Aamiin aamiin ya Rabbal alamin!" jawab Zahra bersemangat.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
Rahasia Panas Cinta Terlarang

Rahasia Panas Cinta Terlarang

sahut Ustadz Husain yang berdiri di belakang Zahra. Zahra langsung melangkah maju dan menyalami Fatimah. "Semoga kalian selalu bahagia, Fatimah. Aku doakan yang terbaik." Fatimah tersenyum hangat, menerima pelukan singkat dari Zahra. "Terima kasih, Mbak. Doakan kita ya."
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
Menjadi Janda di Malam Pertama

Menjadi Janda di Malam Pertama

"Masya Allah, bocah di hadapanku ini bukan sembarangan bocah. Pola pikir yang terbentuk dalam dirinya begitu mengagumkan. Zahira berbeda dengan anak-anak seusianya. Entah seperti apa Bib Ahmad mendidiknya? Memang benar, kualitas nggak pernah salah. Keturunan bunda Fathimah Azzahra pasti lah mengagumkan seperti neneknya, bahkan Siti Fathima RA melaksanakan pernikahan di awal usia balighnya, maka bukan hal yang aneh jika keturunannya mendapatkan kedewasaan lebih awal seperti neneknya. Ada darah Siti Fathimah RA yang mengalir di tubuh Zahira sebagai pengikat, dan hal itu tak bisa ditampik dengan apapun." Anjani terdiam dalam kekagumannya.
1068.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
SETULUS CINTA ZAHRA

SETULUS CINTA ZAHRA

kata Zain lirih sambil mencium puncak kepala putrinya yang tertutupi oleh kerudung, Zahra mengeratkan pelukannya dan menangis sesegukan. Afifah umi Zahra dan Fauziya tersenyum hangat menatap pemandangan yang ada di depannya itu, Fauziyah kak pertama Zahra sudah menikah satu tahun yang lalu bahkan mereka sudah di karuniani seorang jagoan, Fauzan kak kedua Zahra yang sedang melanjutkan study nya di Al-Azhar Kairo Mesir. Di tempat lain, tepat di sebuah rumah besar nan mewah, juga memperdepatkan hal yang sama.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
Pengantin Tanpa Malam Pertama

Pengantin Tanpa Malam Pertama

Rumah tangga yang dulu hancur berkeping-keping karena ego dan trauma Reza, kini benar-benar telah menjadi sejarah kelam yang terkubur dalam-dalam. Fajar kemenangan di Pesantren Al-Fatih hari ini adalah saksi bahwa kebenaran mungkin berjalan lambat, namun ia tidak pernah salah alamat. Almira az-Zahra kini bukan lagi wanita yang ketakutan; ia adalah Ratu di kerajaan cahaya Rayyan Al-Fatih, dan bersama anak-anak mereka, mereka siap menenun benang-benang doa menjadi masa depan yang abadi.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Gunawan menyalami Indra dan Zahra bergantian. “Selamat ….” Fatma bicara dengan suara serak saat bersalaman dengan Zahra. Wanita itu memeluk Zahra erat-erat, meski Zahra tidak membalas pelukannya. Sejujurnya, dia senang melihat wanita itu bisa bangkit kembali dan sudah menemukan tambatan hati lagi. Dia mengelus bahu Zahra sebelum akhirnya melangkah mengikuti suaminya.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
Halalkan Aku Saat Hilal

Halalkan Aku Saat Hilal

Seorang wanita paruh baya bernama Fatimah tengah berada di Kediaman Burhan karena mendengar kabar mengenai Mazaya dari sang Putra - Zafir. "Dia mencoba meredam sakit yang dirasakan Mbak, hasilnya dia kayak orang bingung. Semua - semuanya dikerjakan, intinya dia benar - benar menyibukkan diri." Ujar Farida. "Biarkan saja dulu, mungkin dengan begitu dia bisa mengurangi rasa sakit yang dialami. Asal itu bukan hal negatif yang dilakukan, kalian tidak perlu mengkhawatirkannya."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
SURGA YANG DIHADIRKAN

SURGA YANG DIHADIRKAN

"Fatimah az zahra dulu selalu mengambil air sehingga menimbulkan bekas luka didadanya, suka menggiling gandung sehingga bengkak tangannya, suka membersihkan rumah sampai berdebuh pakaiannya, dan suka menyalakan api di bawah periuk sampai kotor pakaianya, dan fatimah malu ketika di suruh untuk meminta budak pada ayahnya untuk membantunya dalam urusan rumah tangga." Syahid memegang kedua punggung tangan Aisyah yang menadah. "Percayalah tangamu yang kasar ini,yang kamu pergunakan untuk keluargamu akan bersaksi seberapa baik kamu dalam mengurus keluargamu dan mas yakin ada pahala tersendiri di balik lelahmu dalam mengurusi keluarga kita." "Bukankah sudah di jelaskan dalam surah Az zalzalah ayat
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai tulisan fatimah az zahra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status