Ada sesuatu yang menarik ketika melihat bagaimana serial TV sering terjebak dalam klise tentang fantasi pria terhadap wanita. Ambil contoh karakter seperti Jessica Jones dari serial dengan nama yang sama—dia kuat, kompleks, dan jauh dari stereotip 'wanita sempurna' yang sering diidolakan. Tapi di sisi lain, kita juga punya karakter seperti Rachel dari 'Friends', yang meskipun memiliki kedalaman, tetap terjebak dalam narasi 'pria impian'. Serial TV modern mulai bergeser, tapi akar fantasi itu masih ada, terutama dalam drama remaja atau romansa.
Yang membuatku frustrasi adalah ketika karakter wanita ditulis hanya sebagai objek hasrat, tanpa agency sendiri. 'Game of Thrones' awal musim punya masalah ini, meski kemudian berkembang. Tapi justru di situlah letak keindahannya—kita bisa melihat evolusi ini. Serial seperti 'The Queen’s Gambit' atau 'Killing Eve' memberi kita gambaran lebih realistis: wanita yang tidak sempurna, tidak selalu ingin diselamatkan, dan punya motivasi sendiri di luar hubungan romantis.