Kala Cinta Menyapa
Ekspresi herannya tergambar jelas.
“Memang kau saja yang bisa menikah,” lanjut Dayana, mengerti arti pandangan sahabatnya, “aku pun sudah menikah, Kakanda Airlangga,” lanjutnya dengan penekanan pada sebutan ‘Kakanda Airlangga’.
Mendelik, lalu tak lama terbahak, dan kembali memeluk Dayana.
“Aku sungguh-sungguh senang! Tak terduga! Tapi aku bahagia. Memang hanya kau yang pantas menjaga Rindang. Selamat!”