(Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan
ucapnya menyesal tanpa menyapa begitu melihat wajah kesayangannya.
“Iya, saya ngerti, Mas. Pasti capek setelah perjalanan jauh,” balas Serayu lembut. Suaranya terdengar menenangkan, meski rindu jelas terasa di sela-selanya.
“Saya kesiangan. Mau mandi dulu, Sayang. Pagi ini harus segera ke rumah sakit,” kata Abra.
Serayu mengangguk paham. “Iya, hati-hati ya, Mas.”