Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu

“Nyonya.” Claire spontan tersenyum. “Besar banget?” Roger membalas, “Kata Tuan Javier, hari ini hari pembukaan tokomu, mesti pesan keranjang bunga yang lebih besar.” Widya menimpali dengan iri, “Dengan adanya keranjang bunga dari Tuan Javier, nggak ada yang berani menyinggung Bos.” Claire mengetuk kepala Widya dengan perlahan. Widya pun menghindar sembari tersenyum.
9.33.8M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146.3K kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Tampilkan Ulasan (857)
Baca
+Pustaka
rincut
nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike it.... nice novel... i llike
Siti Saodah
cerita yang sangat luar biasa ,menarik sekali untuk dibaca kelanjutannya ,penasaran dengan tokoh Claire Adhitama dan anak anaknya ,hasil perjuangan nya selama ini akan kah berhasil mempertahankan perusahaan ibunya ? dan ,penasaran juga dengan cerita cinta nya yg sudah membesarkan ketiga anaknya ???
Baca Semua Ulasan
GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

GOLDILOVE (Catatan Seorang Pelakor)

Tante Sari tidak membiarkanku hanya duduk di belakang meja; aku terjun ke lapangan, memanjat tangga untuk memasang instalasi bunga di langit-langit ballroom, hingga bernegosiasi dengan penyuplai saat pengiriman lili terlambat. Targetku jelas: serap semuanya, kuasai tekniknya, lalu pergi untuk membuka duniaku sendiri. Hingga suatu Selasa yang terik, sebuah pesanan besar masuk. Seorang politisi ternama memesan sepuluh papan bunga mewah untuk peresmian Grand Sakura, sebuah hotel bintang lima terbaru yang menjadi ikon kemewahan baru di Bandung.
10599 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Satu demi satu kuncup bunga perlahan terbuka, bentuk kelopaknya menyerupai kupu-kupu yang berterbangan. "Sudah dibuka! Sudah dibuka! Benar-benar sudah dibuka!" seru kerumunan orang. "Mustahil, ini mustahil!" Gadis berbaju ungu itu terus mengulanginya, seolah tak percaya bahwa itu benar. Wajah pemuda bermotif pedang itu juga berubah gelap; ia bahkan merasa ingin melarikan diri. Peri Es membuka matanya, menatap Bunga Plum Kupu-Kupu Giok yang sedang mekar, dan terdiam lama.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
Menjaga Adik Sahabatku

Menjaga Adik Sahabatku

ucap Petra di samping pintu besar yang sengaja dibuka lebar-lebar. Tepat di sisinya terdapat buket bunga yang berdiri kokoh dengan hiasan renda putih, Ghania ada di seberangnya, melakukan pekerjaan yang sama, yakni, menerima tamu undangan dengan senyuman hangat. "Terima kasih atas kedatangannya, mari, silakan masuk," ucap Ghania usai dia memgambil surat undangan bertinta emas nan tebal.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
Terkabulnya Doa Istri Pertama

Terkabulnya Doa Istri Pertama

Hari peresmian pun sudah ditetapkan oleh Sarah yang disetujui oleh Pak Budi dan Bu Siti selaku pemilik tempat yaitu dua hari lagi terhitung mulai dari hari ini. Sejak diumumkan kapan akan diresmikan, karangan papan bunga berdatangan dan dipasang di sepanjang jalan kurang lebih satu kilometer sekitar kafe dan resto tersebut. Papan bunga tersebut berasal dari pelanggan Ada Kue Enak, teman Sabrina, kenalan Sarah juga Farah dan Reno. Tak ketinggalan, para kolega bisnis Pak Budi dan Bu Siti yang sudah mengenal baik siapa itu Sarah pun ikut mengirimkan papan bunga.
1023.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 663 kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
Tuan Mantan, Berhenti Membuatku Gila

Tuan Mantan, Berhenti Membuatku Gila

ners itu mengabaikan sikap malu-malu Victoria, “lalu itu apa?” Telunjuknya yang mengarah ke ujung kerumunan seolah pisau algojo yang dihunuskan ke leher Victoria. Kerumunan dengan cepat menepi, memberi ruang kepada Victoria untuk melihat apa yang di ujung sana. Ada papan bunga. Banyak. Setidaknya tujuh papan raksasa. Dan semuanya memiliki kalimat yang sama serta dikirim oleh orang yang sama. [Semangat kerjanya, suamiku tersayang Damian Wibisana, Sp. JP(K). Dari istri sahmu yang memantau dari jauh.]
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
EX to NEXT 21+

EX to NEXT 21+

“Bunga apa yang kau inginkan? Aku bisa menyiapkan jika bunganya tersedia.” “Kalian kan segera tutup, ya?” tanya Ryan seraya mendekati meja konter dan meletakkan siku kirinya di atas meja. “Bukan masalah, kau pelanggan terakhir,” sahut Bianca. “Aku ingin bunga yang melambangkan penyesalan dan permintaan maaf.”
10129.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
Terpikat Hasrat CEO Dingin

Terpikat Hasrat CEO Dingin

Di hadapanku, pita satin berwarna biru tua melintang di depan pintu kaca besar bertuliskan Fleur DeVere dalam font elegan dan tegas. Di belakangku, para tamu berdiri. Pers, investor, teman-teman yang pernah melihatku menangis diam-diam di pojok toko bunga lama milik ibuku. Hari ini bukan hanya soal gedung megah atau bunga-bunga yang menghiasi setiap sudut ruangan. Ini tentang bertahan. Tentang kelahiran kembali. Kutarik napas panjang, lalu mengayunkan gunting. Suara pita terpotong seperti gemuruh halus di dadaku. Gemuruh yang berkata: aku berhasil.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Nathan pulang dalam keadaan lelah, debu masih menempel di tubuhnya dan di tangannya tergenggam seikat bunga segar. Dia berjalan ke arahku, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan. "Rebecca, aku bawakan bunga mawar kesukaanmu." Mawar merah yang melambang cinta yang tulus dan membara, kini berada di tangan Nathan. Namun, di mataku, itu tidak lebih dari sebuah lelucon.
22.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
Ketika Bunga Kembali Mekar

Ketika Bunga Kembali Mekar

Di sepanjang jalan, dia mendengar kekaguman orang-orang saat melihat kembang api. "Ada orang yang khusus memesan kembang api ini, ya? Semuanya ada huruf yang sama muncul." "Benar! Ada huruf S di dalam lambang hati. Ada huruf S di bawah kata LOVE, huruf S itu pasti inisial nama seorang gadis!" "Siapa gadis yang beruntung itu? Pacarnya baik sekali mempersiapkan pertunjukan kembang api seperti ini."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai ucapan papan bunga grand opening
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status