Ibu Empat Anak: Beda Bapak!
ucapnya dengan nada yang lebih terasa sebagai ‘peringatan’ daripada ucapan selamat tidur biasa.
Setelah Melati pergi, Bima kembali masuk ke kamar dengan wajah sedikit lesu, menatap Nasya yang masih tersenyum geli di balik selimut. “Maaf ya, kegiatan kita jadi ketunda,” ucap Bima dengan nada setengah bercanda. “Kamu masih... mood lanjut lagi, kan?”
Nasya berpura-pura cemberut. “Hmmm... nggak tau deh. Tadi udah enak, terus berhenti di tengah jalan. Jadi kesel.”