MALAM GILA DI RANJANG MERTUA
“Saya kehilangan putra pertama saya bertahun-tahun lalu. Dia berasal dari Indonesia. Ibunya wanita dari sana. Mungkin… jika dia masih hidup, usianya sudah seumuran kamu sekarang.”
Rama terpaku. Ia tak menyangka pembicaraan akan berubah sedemikian personal. Kesedihan dalam suara Tan Sri terasa nyata, meski ada nada dingin yang membuat bulu kuduknya meremang.
“Saya turut berduka, Tuan,” jawab Rama hati-hati. “Saya tidak tahu jika Anda memiliki ikatan sedalam itu dengan Indonesia.”
Tan Sri kembali menatapnya, kali ini lebih intens.