Terpaksa Menikahi Ibu Guruku
Tak diliputi amarah lagi seperti sebelumnya.
“Aku hanya akan pulang bersamamu Yura. Tak ikut ujian juga tak apa,” jawabku ringan. Ya, bagiku sekarang, istriku lebih penting dari apapun, termasuk ujian.
“Kalau sampai kamu tidak ikut ujian aku akan benci kamu. Seumur hidup!” ancamnya.
“Baiklah, baiklah, aku akan ikut ujian. Demi kamu.” Kueratkan pelukanku. Kudengar ia menghela napas panjang.