Selir Kesayangan Suamiku
"Mungkin aku terlalu lugu dan naif! Namun ingat Mas, aku Sifa istrimu yang sah di mata agama dan negara! Aku lebih berhak mendapatkanmu dari pada dia! Ingat itu! Hahaha!“ kataku sambil tertawa dalam tangis.
Aku berlalu menuju kamar dan mengunci pintunya. Meninggalkan Mas Rio sendiri di mushola mini belakang rumah kami. Aku menangis sepuasnya dan mengambil buku harianku.
Ujian paling berat seorang istri adalah suaminya,
Bukan mengandung atau melahirkan,
Tetapi menahan sakit saat suami tak mau mengerti situasi hati dan perasaan sang istri,
Apalagi terasa tak dianggap ada saat suami lebih meninggikan emosi untuk mendua demi kesenangan pribadi,
Sampai ada saat seorang istri tidak langsung berdoa
인기 회차