Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istriku Tua

Istriku Tua

ISTRIKU TUA Bab 17 : Ternoda Habis sudah harga diri yang kubanggakan selama ini, kini aku layaknya tisu yang habis di sobek-sobek terus di buang dan tertimpa hujan. Lumat tak bersisa. Mungkin dunia menertawai nasibku yang malang dan mengenaskan ini, air mata yang kuteteskan saat ini bukti keterpurukan. Laki-laki juga bisa menangis, jika hatinya sudah terlalu sakit akan azab hidup yang melebihi kapasitas. Penyesalan ini serasa tiada arti, sebab aku terlanjur hancur.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

Kata Guntur menenangkan Icus Ternyata Icus terpeleset dan terjatuh Icus hanya memegangi pohon setinggi 5 cm jika tidak segera di tolong Icus pasti jatuh ke bawah jurang. Disisi lain ternyata Ira juga terpeleset dan hanya berpegangan tanah yang sedikit lagi ia terjatuh kedalam jurang. “Ahhhhhh.” Teriak Ira Navi yang berada di sampingnya itu langsung memegang tangan Ira yang sedang berusahan naik dengan memegang tanah.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
NIKAH? TAPI BOHONG!

NIKAH? TAPI BOHONG!

ucap Sitta yang langsung bangkit untuk menuruni motornya ketika Kahfi sudah menepikan motor kembali. Lagi-lagi, Sitta kewalahan menuruni motor sportnya sendiri dikarenakan gamis panjang yang dia kenakan. Meski sudah berpegangan pada pundak Kahfi, namun sial tak dapat dihindari ketika Sitta melepas pegangannya dan hendak melompat, kakinya justru tersangkut gamis yang dia kenakan sehingga tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah. Melihat kejadian itu, bukannya lekas menolong, Kahfi malah tertawa.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
Fall In Love

Fall In Love

Hiks hiks “Gue kecewa sama lo, kenapa gue harus ditakdirin ketemu sama lo kalau ujungnya kerjaan lo cuman bisa ngilang dan itu buat gue sakit hati ?!” Selena jatuh merosot ke lantai. Dia memeluk kedua lututnya dan mulai terisak disana. Hiks hiks “Gue kecewa sama lo” “Lo bener-bener pengecut” “Lo brengsek” “Lo cowok paling gue benci dari semua cowok yang pernah gue temui sampai hari ini” Tuhan… Kenapa harus secepat ini ? Kenapa engkau mengambil mereka secepat ini ?
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Mirna tak berhenti memohon, dia berharap bisa meluluhkan hati sepupunya itu. Mira tertawa terbahak-bahak, hati yang sudah dikuasai iblis itu tak tersentuh sama sekali. "Kamu mau tahu salahmu apa? Kamu terlalu sempurna, cantik, berprestasi, dan membanggakan. Mbah Uti tak pernah berhenti memujimu, keluarga besar kita selalu menyanjungmu. Dan yang paling menyakitkan, semua laki-laki yang kusuka naksir kamu! Jadi, kamu pantas dinodai, biar kamu hina dan tak berharga." Mira mendorong kasar kepala Mirna hingga terantuk pohon. Melihat Mirna meringis kesakitan dia tersenyum puas.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 698 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
Tersesat Dalam Pelukan Musuh

Tersesat Dalam Pelukan Musuh

“Gue nggak nyangka kita bakal gagal secepat ini. Tapi oke. Rencana baru. Sekali Diajeng jatuh, dia nggak akan bisa bangkit lagi.” Erika berjalan menuju jendela, menatap gelapnya malam. “Dan saat itu terjadi... cuma kita yang bakal ada di atas panggung.”
909 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

Ia ingin pulang cepat hari ini. Ia butuh jeda. Namun tepat saat Nayla merapikan barang-barangnya, ponselnya bergetar. Satu pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Nayla menatap layar. Dadanya mendadak sesak. Pesan itu hanya satu kalimat pendek: “Jangan terlalu percaya pada orang yang kembali membawa senyum.” Nayla membeku. Tangannya gemetar.
10418 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
Runtuhnya Sebuah Kesetiaan

Runtuhnya Sebuah Kesetiaan

kata Haris perlahan, suaranya penuh penyesalan. Ruangan itu terasa semakin sunyi. Bu Siti menatap Haris dengan mata membesar, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Apa... apa maksudmu, Haris?" suara Bu Siti bergetar. Haris menundukkan kepala. "Aku telah berbuat kesalahan, Bu. Aku khilaf, dan sekarang Indah mengandung anakku. Aku tidak bisa lari dari tanggung jawab."
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 716 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Dia tidak pantas untuk Merry, ada orang lain menggantikannya. Dia tidak lagi penting. Hatinya sangat sakit. Tetapi kakinya tidak pernah sembuh. Perusahaan pun bangkrut. Ben hidup tanpa arah, ketika kakinya hampir sembuh, dia malah menyakiti dirinya sendiri dan membuat kondisinya menjadi lebih parah. Hanya dengan begitu dia baru bisa tinggal di rumah sakit. Dia tidak ingat jalan manapun dan hanya merasa cocok tinggal di rumah sakit.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai ukhti tersesat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status