Istri Yang Tersakiti
Hari ini langit tampak mendung, hilir angin menggeser awan hitam hingga berkumpul tebal, kemudian turunlah hujan yang sangat deras.
Sesekali, Bram melihat istrinya yang sedang duduk di samping kendali stir yang dia kemudikan. Raut wajah sedih, tatapan mata yang kosong membuat Bram semakin menyesal. Bram meraih tangan Naila dengan satu tangannya. Namun, Naila belum merespons genggaman hangat dari tangan Bramantio.
Ya Tuhan, kenapa aku bodoh sekali? Naila istriku, kenapa aku hingga bisa tidak mempercayainya? Aku menyesal melihat semua yang terjadi pada Naila.