Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Reya mengetuk dua kali lalu mendorong pintu. Ruang pertemuan itu tidak terlalu luas, tapi cukup untuk menampung sekitar dua puluh orang. Tiga set meja ditata di bagian depan ruangan, masing-masing di tengah dan sisi kanan kiri. Suasananya mengingatkan Reya pada ruang sidang pengadilan. Ia menelan ludah. Tangannya makin berkeringat.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai ukuran meja receptionist
Baca
+Pustaka
Sang Abdi

Sang Abdi

Farhan bersandar tangan di meja resepsionis yang terbuat dari kayu jati, "Kalian perlu jaga dan tingkatkan layanan kepada para tamu, terutama jaga keramahan dan juga kebersihan di semua tempat. Buatlah para tamu nyaman." Ruang resepsionis itu tak besar, tapi cukup lega dengan interior yang minimalis. Dengan desain yang sebagian besar didominasi kayu dengan polesan yang menonjolkan serat kayu yang indah, ruangan itu tampak asri. "Bu Kirana sudah lama gak ke sini?" tanya Farhan pada Yuyun, sang resepsionis. "Kalo nggak salah, terakhir minggu lalu, Pak."
9.3211.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai ukuran meja receptionist
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Ida
Aq penggemar tlsan2 frank Walau ada benang merah dlm smua tlsan2 nya Tpi setiap crta nya mempunyai setting latar cerita yg psti berbeda Disamping itu dia mengajak pembaca nya utk tidak membaca cepat Sbb plot twist cerita nya sangat kental Semangat frank
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Yang tak jarang menyulut emosi sehingga akan marah-marah meski paham itu tak baik dilakukan. Di ruangan berpendingin ukuran 4 x 5 meter ini aku sekarang duduk menghadap meja kerja pimpinan setelah dipersilakan masuk sebelumnya. Namun, Pak Hudi masih menerima telepon sambil berdiri di pojok ruangan.
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 583 kali sebagai ukuran meja receptionist
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Pembunuh Adikku

Jerat Cinta Pembunuh Adikku

Terdapat cafe, taman kecil dan meja resepsionis yang terbuat dari marmer. Avery mendatangi meja resepsionis untuk meminta tolong agar bisa dihubungkan dengan bagian HRD karena ia mempunyai janji pukul delapan pagi. “Permisi, Bu. Nama saya Belle. Saya ada janji dengan staf HRD yang bernama Rachel,” ucap Avery sopan kepada salah seorang resepsionis yang sudah berjaga di mejanya. Saat ini jam menunjukkan pukul tujuh lewat empat puluh lima menit. Avery tidak terlambat sama sekali untuk pertemuan pertama ini.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai ukuran meja receptionist
Baca
+Pustaka
Berondong Sewaan Pilihan Suamiku

Berondong Sewaan Pilihan Suamiku

Semuanya terlihat sibuk dan profesional. Aku menarik napas panjang, merapikan rambutku dan map berisi berkas lamaran. Saat melangkah memasuki lobi, hawa dingin dari pendingin ruangan langsung menyergap. Lobi itu luas, lantainya marmer putih berkilau, dan di tengahnya terdapat meja resepsionis panjang dengan dua orang petugas. “Selamat pagi, ada yang bisa dibantu?” sapa resepsionis wanita dengan senyum profesional yang terasa seperti bagian dari SOP.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai ukuran meja receptionist
Baca
+Pustaka
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

Meja rapat terbuat dari kayu jati, disambung rapi, permukaannya licin seperti cermin kusam. “Kami tidak menambah apa pun,” kata kepala desa setempat. “Meja ini sesuai gambar.” Jaka mendekat. Ia menempelkan telapak tangannya ke permukaan meja. Kayunya dingin. Bukan dingin karena ruangan ber-AC—melainkan dingin seperti tanah lembap. “Jam berapa ukurannya berubah?” tanya Jaka. “Malam,” jawab seorang staf. “Sekitar pukul dua. Kami ukur. Bertambah tiga sentimeter.”
615 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai ukuran meja receptionist
Baca
+Pustaka
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

tanya resepsionis itu. Aluna baru sadar jika resepsionis yang tadi, masih mematung di balik meja kayu panjanganya. Meja itu tampak didesain khusus karena di baliknya terdapat banyak tombol termasuk juga salah satu alat untuk membuat announcement. “Papa saya namanya Banyu, Mbak.”
10117.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai ukuran meja receptionist
Baca
+Pustaka
Kembali Pada Sang Pemilik Hati

Kembali Pada Sang Pemilik Hati

Ruang rapat lantai dua belas gedung Kim Corporation Jakarta itu lebih besar dari yang biasa Efra hadapi. Bukan soal luasnya saja. Tapi soal apa yang ada di dalamnya. Meja panjang yang bisa menampung dua puluh orang lebih. Layar presentasi di dua sisi dinding. Sistem penerjemah simultan yang terpasang di setiap kursi. Dan nama-nama perusahaan di papan agenda yang membuat Bayu berdiri sedikit lebih tegak dari biasanya saat membacanya tadi pagi.
560 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai ukuran meja receptionist
Baca
+Pustaka
Bukan Jodoh Tapi Takdir

Bukan Jodoh Tapi Takdir

Helix menekan bahu Wailea dan membiarkannya bersembunyi di bawah meja. “Selamat siang pak” Helix menjamu para tamu. “Tolong antarkan mereka ke ruang meeting, saya mau ke ruang kerja saya dulu mengambil beberapa dokumen” perintah sang presdir. Helix menundukkan kepala seolah dia adalah seseorang yang professional dalam menjalankan perannya menjadi seorang reception. Helix mengarahkan tangannya ke arah samping lobby dengan maksud agar para tamu mengambil jalan yang ia tunjukkan. Kemudian saat para tamu telah melewatinya, masih juga ia menyempatkan diri untuk merunduk di bawah meja. Saat itu hidung Helix dan Wailea hanya berjarak 8cm saja.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai ukuran meja receptionist
Baca
+Pustaka
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

5 TAHUN KEMUDIAN ================== Meja kerja berukuran 120x80 Senti dengan kelir cokelat itu penuh dengan berkas. Laptop terbuka di salah satu sudutnya. Belum lagi kertas-kertas tak penting lainnya yang belum sempat dibereskan. Bagaimana sempat membereskan kalau satu masalah kelar muncul masalah lain? Kalla mengerang frustrasi mendengar ponselnya bergetar di tengah konsentrasinya memelototi layar laptop dan dokumen.
1086.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai ukuran meja receptionist
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status