Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Ia tahu, tidak semua dinding bisa diperbaiki dengan dempul dan cat. Kadang, ada retakan yang terlalu dalam. Kadang... cinta saja tak cukup. --- Jam menunjukkan lewat pukul sembilan malam ketika akhirnya Tari pulang. Suara tumit sepatunya berdetak cepat di lantai ubin. Bumi berdiri dari kursi dapur, mencoba menyisipkan hangat ke dalam malam yang makin asing. “Gimana ngopinya?” tanyanya ringan, berharap obrolan sederhana bisa membuka sedikit ruang.
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as ulat dinding
Read
+Library
KSATRIA TIGA JAMAN

KSATRIA TIGA JAMAN

Macan Garung memeriksa dinding itu, ternyata dinding itu posisinya sedikit melesak ke dalam. Dia mengetuk-ngetuk dindingnya, ada bunyi bergema di dalamnya. “Dinding ini sedikit melesak ke dalam,jika diketuk bunyinya lebih nyaring daripada yang lain. Pasti di belakang dinding ini ada sebuah ruang kosong, bagaimana jika batu ini kita dorong? Siapa tahu di dalamnya memang ada ruangan kosong.”
1023.7K viewsCompletedAdded to Library 924 Times as ulat dinding
Read
+Library
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Dengan gerakan tenang, ia meletakkan foto itu di tengah meja, lalu menunjuk satu titik spesifik menggunakan ujung jarinya. "Perhatikan tembok keliling ini," suara Adit terdengar rendah namun tajam. "Tingginya sekitar tiga meter, kokoh, dan mereka memasang pecahan beling tajam di sepanjang bagian atasnya untuk menghalau penyusup."
10579.4K viewsCompletedAdded to Library 19.7K Times as ulat dinding
Read
+Library
Duke Kejam itu Suamiku

Duke Kejam itu Suamiku

Bau amis lumut dan uap air yang merembes dari celah dinding batu memenuhi sel sempit itu. Alaric berdiri diam, bayangannya yang raksasa menutupi tubuh Willem yang meringkuk di sudut. Obor di dinding berderak, memantulkan kilatan cahaya pada belati yang diputar-putar Alaric di sela jemarinya dengan gerakan mekanis yang menakutkan.
8.812.2K viewsCompletedAdded to Library 489 Times as ulat dinding
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Itu… dindingnya? Kok… besar sekali.” Dinding itu memang luar biasa. Tingginya lebih dari seratus meter, terbuat dari batu hitam yang dipoles halus. Simbol-simbol kuno berkilau samar, menyebarkan aura perlindungan. Di sepanjang atas dinding, cahaya biru berputar, tanda adanya formasi penghalang spiritual. “Ini… seperti monster yang tidur,” gumam Kael. “Dari luar saja sudah mengintimidasi. Bayangkan apa yang ada di dalamnya.”
1.3K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as ulat dinding
Read
+Library
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Duri-duri tajam seperti punggung naga dan sisik mulai bermunculan melapisi seluruh dinding inti energi. Kemudian permukaan dinding tersebut bergetar, saling menjauh menarik diri membuat ruang inti energi bertambah semakin luas. Lintang menjerit menahan sakit. Dari mata, hidung, dan telinganya mengalirkan banyak darah. Kulit Lintang melepuh, sedangkan tulang belulangnya berletupan layaknya lahar di dasar gunung.
1020.1K viewsCompletedAdded to Library 443 Times as ulat dinding
Read
+Library
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Tiba-tiba, suara dari kamar Jatinegara memecah keheningan. “BUUUU!!” Lila berlari masuk, diikuti Dimas. Jatinegara duduk di atas ranjang, tubuhnya gemetar hebat. “Dia di dalam dinding! Dia ngomong sama aku!” teriaknya. Lila memeluk anaknya erat. “Tenang... tenang sayang, Ibu di sini.”
103.0K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as ulat dinding
Read
+Library
Mafia's obsession

Mafia's obsession

“Mereka menemukan sesuatu.” Rania menyipitkan mata. “Atau sesuatu... menemukan mereka.” --- Lorong kedua jauh lebih sempit. Dindingnya bukan batu atau baja—melainkan kristal hidup yang terus berdenyut seperti urat nadi. Di sepanjang jalur itu, mereka mulai melihat relief dinding yang menggambarkan sejarah—pertarungan makhluk bercahaya melawan bayangan bermahkota.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as ulat dinding
Read
+Library
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Dinding penghalang yang sebelumnya tidak terlihat kini muncul di hadapan keempatnya. Perlahan tapi pasti, pada permukaan dinding tersebut mulai terjadi retakan. Hingga tiba saat retakan itu semakin membesar, Lintang dan Madu Lanang segera membentuk segel tangan menciptakan tameng energi untuk mengurung tubuh teman-temannya. Krak! Krak! Krak! Retakan pada dinding terdengar nyaring menandakan bahwa segel pengekang milik sang Hyang Tunggal akan meledak.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as ulat dinding
Read
+Library
Invitasi

Invitasi

Tidak terlihat ada lumut meski beberapa hari lalu hujan masih sering turun. Dinding bagian samping dan setengah bagian belakang merupakan dinding kaca namun tertutup gorden dari dalam. Rania sudah mencari celah untuk bisa mengintip tapi semua bagian tertutup rapat oleh gorden. Di bagian belakang bangunan ada kerukan yang mungkin rencananya akan dijadikan kolam renang namun kini hanya ditumbuhi ilalang liar. Rumput tumbuh lebih tinggi dan lebat. Belalang dan berbagai macam serangga melompat bergantian.
9.910.0K viewsCompletedAdded to Library 368 Times as ulat dinding
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status