Pembalasan Dendam Wanita Terbuang
Namun yang membayang di matanya justru ingatannya atas kejadian buruk di rumah itu.
"Ma," Salwa mengingau, "Ma," ujarnya masih dengan mata terpejam. "Akh, ampun Tante, ampun," ia berteriak-teriak histeris. Ingatannya pulang pada tali yang melibas punggung kecilnya, "Maaaa, tolong Salwaaa!" Ia tersadar. Refleks bangun dan mengusuk keningnya yang bercucuran peluh. "Ma," bisiknya dalam sadar, "Ma," ulangnya lagi, lalu ia berlari ke kamar mandi, menghidupkan shower. "Maaaaaaaa!!!" teriaknya dengan bercucuran air mata. "Ma, Salwa nggak bisa lupain semua hal yang menyakitkan ini. Maaaaaaa!” Salwa berteriak-teriak, terduduk lemas dengan terus memukul-mukul lantai kamar mandi.
Capítulos Populares