Gadis 200 juta
Didepan sudah nampak penghulu, saudara, dan beberapa tetangga yang diminta menjadi saksi pernikahan tersebut.
Om Anton menegakkan badannya, sambil tersenyum bangga. Bangga karena mampu mendapatkan gadis perawan secantik bidadari di usianya yang menginjak kepala lima.
Sedangkan Lana, tidak usah ditanya, air mata jatuh berlinangan begitu saja, tatapannya kosong. Dia tidak perduli dengan tatapan orang-orang yang berbisik membicarakannya, kebanyakan dari mereka kasihan akan nasib gadis muda tersebut.
Bab Populer