Dear, Pak Dokter
Saling menatap dalam-dalam, seakan menyelami perasaan masing-masing yang mungkin saja tersampaikan lewat tatapan.
"Tetapi, ungkapan perasaan secara lisan itu sangat perlu bagi wanita." Reanna kembali berucap setelah kediamannya yang cukup lama. Setelahnya, ia kembali tertunduk dengan wajahnya yang memerah merona. Sejujurnya ia merasa sangat malu saat mengatakan hal itu.
Tetapi ia senang, setidaknya ia sekarang tahu bahwa perasaannya telah terbalaskan. Namun, ia sepertinya masih butuh sebuah pengakuan.