Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
REVEAL

REVEAL

Eleena menelan ludah sebelum melanjutkan ceritanya. "Gue kira itu mama tapi ternyata beberapa saat kemudian, mama gue baru itu dateng dan gak tau apa-apa. Dan yang baru-baru kejadian kemarin, gue di tampakin sosok cewek itu ngerangkak di langit-langit kamar gue dan wajahnya tepat menghadap gue sampai gue teriak kenceng banget dan kalian tau? Waktu gue teriak, gue rasa ada beberapa tetes cairan masuk ke mulut gue sampe gue batuk gak berhenti." Eleena menceritakan semua kejadian yang ia alami hari itu. Rafa mengernyit mendengar penjelasan terakhir Eleena, ia merasa ada sesuatu yang menetes ke dalam mulutnya katanya? Apa itu? "Yang netes itu, apaan, Len?" tanya Rafa hati-hati.
106.5K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as takluk
Read
+Library
AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

-oOo- Di rumah lamanya, Tama kembali duduk di depan laptopnya. Layar itu kini menampilkan teks panjang. Judulnya sederhana, lugas, tanpa metafora. Tulisan itu... tentang "Tanggung Jawab". Ia membacanya ulang lagi, sangat pelan. Tidak ada kalimat membela diri. Tidak ada nama Alya. Tidak ada penjelasan soal framing. Hanya sebuah pengakuan. Bahwa ia pernah pergi. Bahwa ia memilih aman daripada jujur.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as takluk
Read
+Library
Ikhlas

Ikhlas

jelasku "tapi kenapa?" "Saya hanya ingin berusaha memegang prinsip saya, bahwa jika saya membawa laki-laki kerumah itu hanya jika laki-laki itu ingin serius dengan saya. Jadi lebih baik bapak pulang karena saya rasa besok bapak juga harus kerja. Saya duluan dan terimakasih telah mengantarkan saya, Assalamu'alaikum" "Wa'alaikumsallam" ... Aku tidak tahu apa yang saat ini aku rasakan, hanya saja aku tidak ingin rasa ini terlalu berlarut-larut hingga menimbulkan sebuah harapan ingin memiliki
102.7K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as takluk
Read
+Library
TAKLUK DI PELUKANNYA

TAKLUK DI PELUKANNYA

“Berarti… kita benar-benar dalam bahaya ya?” Lucien memeluknya lebih erat. “Tapi aku janji. Aku nggak akan biarin dia nyentuh kamu.” Tapi di tempat lain, seseorang menatap layar laptop dengan senyum kecil. Foto Auryn memenuhi layar, disusun seperti puzzle. Hilman mengetik pelan, satu kalimat: "Takluk bukan saat kau jatuh cinta. Tapi saat aku berhasil membuatmu percaya bahwa akulah satu-satunya dunia yang kau punya."
1.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as takluk
Read
+Library
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

tanya Nay bersimbah air mata “Nay maaf ... ” Nay mundur ia takut pada Azka yang seperti kesetanan tadi. “Tangan kamu luka kamu obatin yah, aku pulang dulu.” ucap Nay setengah ketakutan “Nay,” panggil Azka pelan. “Kita bicara besok saja, aku pulang dulu.” Nay benar-benar keluar dari base camp mereka berjalan kaki entah kemana, melihat Azka membabi buta membuatnya ketakutan dan ia enggan bersama Azka.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as takluk
Read
+Library
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

Daya penglihatan macan tutulnya mampu melihat dengan jelas walau di kelamnya malam. Seperti layaknya seekor macan tutul, Ki Jagat reksa juga mampu menguasai segala medan. Tak ada tempat yang tak mampu dikuasainya. Ia juga dikenal sebagai seorang pendekar yang tak mempan oleh jenis senjata apa pun. Setelah menginjak umur empat puluhan tahun, sang pendekar sejati ini pun tiba-tiba lenyap bak ditelan bumi, tak pernah lagi menampakkan dirinya di jagat persilatan.
8.97.2K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as takluk
Read
+Library
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Gedoran semakin keras. "Pak Usman! Kami tahu Anda di dalam. Buka pintunya, kami ingin bicara!" Desy dan Clara mundur beberapa langkah. "Ti... mereka kayaknya bukan orang baik-baik deh." Tia sendiri mulai merasa tengkuknya dingin. Ia menatap Paklik Usman. "Paklik, sebenarnya ada masalah apa?" Paklik Usman menggeleng cepat. "Paklik sudah bilang kalau Paklik nggak tahu!"
109.9K viewsOngoingAdded to Library 376 Times as takluk
Read
+Library
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

“Jennifer, semua salahku, ini semua salahku, aku mabuk dan berhubungan seks sembarangan, aku bersalah padamu...” “Sudah cukup, jangan menipu dirimu sendiri lagi!” Aku menatapnya dengan dingin, wajahnya yang penuh penyesalan membuatku merasa jijik. Aku benci kebohongan dan penipuan. “Anakmu saja sudah besar, apakah kamu masih ingin terus berakting?” Suwanto tiba-tiba terdiam. Dia mungkin tidak menyangka hari ini akan tiba.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as takluk
Read
+Library
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Ia juga tak pernah tahu bahwa penyakit yang kuderita adalah nyata. Katanya, jika ia tahu, ia tak akan pernah memperlakukanku seperti itu. Saat melihat darah membanjiri seluruh kamar mandi, hatinya hancur. Ia berharap, orang yang mati saat itu adalah dirinya. Di akhir surat, hanya ada satu kalimat, “Untung saja itu hanya mimpi.” Dan di akhir surat, hanya ada satu kata, “Maaf.” Aku menanggapi dengan sebuah tawa dingin.
27.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as takluk
Read
+Library
MEMATAHKAN SUMPAH IBU

MEMATAHKAN SUMPAH IBU

Sebuah ramah-tamah yang terkesan dibuat-buat. Aku punya sebuah formula untuk menentukan apakah seseorang itu tulus atau tidak. Jika ia berlebihan dalam berbicara tentang dirinya, artinya dia sendiri meragukan dirinya. Jika seseorang berlebihan dalam berpenampilan, memakai begitu banyak aksesoris baik itu imitasi mau pun asli, sedang mereka bukan di acara tertentu yang memang mengharuskan demikian, maka bisa jadi ia tengah meragukan penampilannya sendiri. Jika seseorang berlebih-lebihan dalam membuka dirinya, menceritakan tentang dirinya dari A hingga Z, biasanya orang seperti ini bukan orang yang terbiasa jujur. Sehingga ketika pertama kali dia jujur pada seseorang, dia akan membuka semua te
102.4K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as takluk
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status