Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

-oOo- Di rumah lamanya, Tama kembali duduk di depan laptopnya. Layar itu kini menampilkan teks panjang. Judulnya sederhana, lugas, tanpa metafora. Tulisan itu... tentang "Tanggung Jawab". Ia membacanya ulang lagi, sangat pelan. Tidak ada kalimat membela diri. Tidak ada nama Alya. Tidak ada penjelasan soal framing. Hanya sebuah pengakuan. Bahwa ia pernah pergi. Bahwa ia memilih aman daripada jujur.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as takluk
Read
+Library
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

simpul Taja, makna Syair Sokkha kian dipahaminya. "Sembunyilah terdalam. Merana makhluk bersayap di jiwamu." Radhit mendekati Taja. "Rasa dalam hati disembunyikan, akan meresahkan sepanjang waktu," kata Radhit. "Muncullah tersadar. Ikhlaskan dirimu." "Maksudnya?" pikir Taja serius. "Dengan terbuka hati, kejujuran diri. Ungkapkan dengan baik dan ikhlas. Tunjukkan rasa kasihmu terdalam," jawab Radhit mengungkapkan maknanya.
109.7K viewsOngoingAdded to Library 263 Times as takluk
Read
+Library
Ikhlas

Ikhlas

jelasku "Yakin Hanya itu, kok aku enggak percaya ya. Rajin amat tuh mentor sampe chat kamu dan ngabarin dia udah sampai rumah?" "Terserah deh kalian mau percaya atau nggk" "Iya deh percaya. Tapi baik banget ya punya mentor bertanggung jawab kayak gitu. Jadi ingin ikut bisnis juga deh" ucap Intan yang dapat cubitan dari Sera "Sebahagia kamu deh Tan" Drtttt
102.6K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as takluk
Read
+Library
TAKLUK DI PELUKANNYA

TAKLUK DI PELUKANNYA

“Berarti… kita benar-benar dalam bahaya ya?” Lucien memeluknya lebih erat. “Tapi aku janji. Aku nggak akan biarin dia nyentuh kamu.” Tapi di tempat lain, seseorang menatap layar laptop dengan senyum kecil. Foto Auryn memenuhi layar, disusun seperti puzzle. Hilman mengetik pelan, satu kalimat: "Takluk bukan saat kau jatuh cinta. Tapi saat aku berhasil membuatmu percaya bahwa akulah satu-satunya dunia yang kau punya."
932 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as takluk
Read
+Library
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

tanya Nay bersimbah air mata “Nay maaf ... ” Nay mundur ia takut pada Azka yang seperti kesetanan tadi. “Tangan kamu luka kamu obatin yah, aku pulang dulu.” ucap Nay setengah ketakutan “Nay,” panggil Azka pelan. “Kita bicara besok saja, aku pulang dulu.” Nay benar-benar keluar dari base camp mereka berjalan kaki entah kemana, melihat Azka membabi buta membuatnya ketakutan dan ia enggan bersama Azka.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as takluk
Read
+Library
Pura-Pura Amnesia

Pura-Pura Amnesia

tak sadarkan diri. ____****____
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 457 Times as takluk
Read
+Library
Takdir Yang Membawamu

Takdir Yang Membawamu

tolak Vanya. "Kenapa kamu nggak mau? Kalau kamu nggak bersalah maka kamu akan bersikap biasa saja. Kalau kamu bersikap demikian, itu artinya kalau kamu memang bersalah, Vanya. Karena hanya orang yang bersalah saja yang merasa ketakutan saat dihadapkan dengan kebenaran," sambung Arjuna. "Yang dikatakan oleh Mas Juna ini benar, Mbak. Kalau Mbak Vanya memang merasa tidak bersalah, ya Mbak Vanya tenang aja," sahut Pak RT.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 161 Times as takluk
Read
+Library
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

Tak perlu bertanya dari mana sang guru mengetahui peristiwa di Krajan tadi, Panji Jagat, Golong, dan Kerta serentak berlutut dan meminta maaf kepada sang guru. “Tak mengapa,” lanjut Ki Raksa Jagat lagi. “Putra dari Ki Lurah Cokro itu akan baik-baik saja. Hanya saya ia butuh waktu yang cukup lama untuk memulihkan luka dalam akibat pukulan Golong dan Kerta. Demikian juga bagian dada bekas cakarannya. Tetapi harus aku nasihatkan kepada kalian, bahwa hal seperti tadi tak perlu diulangi lagi di lain waktu, sekiranya lawan kalian adalah bukan manusia yang memang sangat jahat. Kalian cukup memberikan pukulan yang menghentikannya. Akan selalu ada jalan insyaf dan taubat bagi setiap manusia yang gem
8.97.1K viewsOngoingAdded to Library 191 Times as takluk
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Di kampung nenekku di Jawa Tengah, cerita tentang Tikbalang sering jadi bahan obrolan saat malam minggu. Makhluk setengah kuda-setengah manusia ini digambarkan suka menyesatkan penjalan di hutan, tapi menurut pengalaman warga sekitar, mereka lebih suka iseng daripada jahat. Ada ritual khusus seperti membalikkan baju dalam atau meminta izin lewat doa sebelum masuk hutan untuk menghindari gangguannya.

Justru, beberapa tetua malah percaya Tikbalang bisa jadi penjaga wilayah. Dulu waktu kecil, aku pernah tersesat di kebun dekat hutan dan merasa ada yang menuntunku kembali ke jalan. Nenek bilang itu pertanda baik—Tikbalang sedang 'main-main' tapi tidak berniat buruk. Jadi bahaya atau tidak tergantung bagaimana kita menyikapinya.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status