Unpredictable Husband
Salwa menerima kerudung Ziya dengan ragu.
“Gak apa-apa nih dek? Aku pinjem dulu ya, kalau kerudung yang kotor ini aku cuci sendiri aja, di toilet masjid ada detergen kok, toh rapatnya masih nanti, kamu pulang dulu aja, tapi sebelumnya terima kasih ya ini. Aku mau kesana dulu.” Ziya mengangguk dan melihat seniornya yang telah berlalu itu. Ia mendadak pusing, semenjak sekolah di SMA ini dari hari pertama ia sering sekali menabrak orang dengan tidak sengaja. Entah tulangnya yang melunak atau memang dirinya yang benar-benar ceroboh. Ziya lalu teringat ayahnya yang sudah menunggu dan segera berlari.
Hot Chapters