Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

desak Raysa sambil meraih ponsel Suri yang tergeletak di meja. Suri terdiam sejenak, menimbang-nimbang. Akhirnya, ia mengangguk. “Baiklah. Aku akan mencobanya.” Dengan bantuan Raysa, Suri mulai mengunggah foto lukisannya, lengkap dengan cuplikan video proses kreatifnya. Ia mengetik caption sederhana: "Menggapai Cahaya. Sebuah perjalanan dari kegelapan menuju terang. Terima kasih telah menunggu."
10116.4K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as unsur puisi
Show Reviews (10)
Read
+Library
Risca Amelia
Halo, Kakak cantik dan ganteng. Author punya novel baru. Jangan lupa mampir ya. Judulnya : Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian. Ditunggu komen, ulasan, dan votenya. Terima kasih. Saranghaeyo
Rahman Nita
baca dr kisah suri-romeo, sekarang lanjut ke story nya kembar jevan & jea... Jevan bakal bucin nih sm serin, kyk papanya yg bucin ke mamanya haha. up nya tiap hari brpa bab sih kak? & up jam brpa aja?
Read All Reviews
MERINDUKAN SURGA

MERINDUKAN SURGA

kata Wahyu sembari berkacak pinggang. “Saya bener, Yu. Kalau nggak percaya, ayo ke rumah saya sekarang. Lagian, sekarang musim penculik4n untuk penju4lan org4n manusia.” Tangis Paman Didi kembali terisak. Air wajahnya berubah, terlihat sangat ketakutan.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as unsur puisi
Read
+Library
Sandaran di Ujung Penyesalan

Sandaran di Ujung Penyesalan

Layar elektrokardiogram berubah menjadi garis lurus. Tak ada gelombang lagi. ... Di bawah langit malam yang sama. Pertunjukan kembang api terus berlangsung di sebuah pulau kecil di tengah laut. Louisa berada dalam pelukan Julian, menengadah menatap langit yang dipenuhi kembang api, bibirnya dihiasi senyum bahagia. "Sedang memikirkan apa?" Julian menunduk, mencium kepalanya.
9.550.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as unsur puisi
Read
+Library
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as unsur puisi
Read
+Library
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.2K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as unsur puisi
Read
+Library
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Semesta bicara tanpa bersuara / Semesta ia kadang buta aksara / Sepi itu indah, percayalah / Membisu itu anugerah Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari
9.870.1K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as unsur puisi
Read
+Library
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
19.0K viewsOngoingAdded to Library 742 Times as unsur puisi
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Shrr shrrr! Trofi di tangan Susan jatuh ke lantai dan pecah. Julian baru berusia lima tahun, tetapi dia suka main piano, terutama pertunjukan piano Joses. Joses memiliki temperamen yang aneh dan tidak menerima murid. Susan berusaha keras mendekati istrinya, mengirimkan camilan dan hadiah, serta menemaninya berbelanja dan melakukan perawatan kecantikan...
17.2K viewsCompletedAdded to Library 429 Times as unsur puisi
Read
+Library
My Unexpected Husband ( indonesia )

My Unexpected Husband ( indonesia )

Ujar wanita itu yang memberikan minuman yang ia pesan. Wanita itu meminum Daiqurinya dengan pelan, penyatuan antar bibir dan sudut gelas terlihat sensual bagi yang melihatnya, menikmati rasa manis dan asam yang di hasilkan dari campuran jeruk dan pemanis yang telah di padukan oleh bartender, dengan takaran yang pas sehingga menciptakan rasa segar saat memasuki mulutnya. Wanita itu tampak begitu anggun dan elegan saat menikmati minumannya, tidak terintimidasi dengan aura gelap yang menguar dari sampingnya.
9.116.6K viewsOngoingAdded to Library 564 Times as unsur puisi
Read
+Library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as unsur puisi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status