Sang Pemburu Bayangan
"
Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
Dalam kehampaan pemikirannya itu, perutnya mulai terasa lapar. Kemudian, dia menyimpan kembali puisi itu kedalam tasnya dan beranjak untuk memasak untuk makan malamnya. Selesai makan, dia langsung mencuci piringnya dan bergegas untuk tidur.
Bab Populer