Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rahim Terakhir di Sektor 7

Rahim Terakhir di Sektor 7

protes Aruna setengah berbisik. Wajahnya kembali merona karena tertangkap basah membaca puisi dengan suara keras. "Suaramu kedengaran sampai sini," sahut Malik tanpa membuka mata sedikit pun. "Cari puisi yang agak bermutu sedikit, jangan yang mendayu-dayu begitu." "Ini bagus tahu! Kamu aja yang nggak punya perasaan." "Perasaanku habis buat ngobatin tanganmu semalam."
101.0K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as unsur puisi
Read
+Library
Bangkitnya sang Menantu Benalu

Bangkitnya sang Menantu Benalu

Di pengujung sore, sebuah taman indah Jakarta. Jingga berpendar-pendar di langit raya. Awan putih bergelung tipis-tipis. Sang mentari semakin menukik ke barat. Sebentar lagi, temaram ‘kan datang. Stefan bukan orang yang romantis. Untaian puisi, terkadang bisa merobek hati. Terlalu klise. Karena terlalu sering bergelut dengan kode, diksi jadi seperti menakutkan.
1040.6K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as unsur puisi
Read
+Library
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

Dia menjilat bibirnya yang kering, lalu bertanya dengan suara bergetar, “Apa maksudmu dengan menunjukkan foto ini padaku? Aku tidak mengerti. Aku tidak mengenal mereka.” Charles mengangkat bahunya. “Tidak ada maksud apapun. Itu hanya foto yang diambil anak buahku satu jam yang lalu. Kamu tidak suka ya? Aku juga tidak suka, terutama dengan latar belakangnya; taman. Gambarnya akan lebih indah kalau latarnya diganti dengan kasur atau darah.”
103.2K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as unsur puisi
Read
+Library
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

Ini adalah surat. Surat untuk Nuri. Tapi bukan surat biasa. Ini adalah puisi. Aku menggali ingatanku ke belakang, ke folder-folder lama di kepalaku yang berdebu. Dulu, saat aku masih menjadi Ivan Sandlers, penulis roman laris, aku menulis puluhan puisi yang tidak pernah terbit. Puisi-puisi itu terlalu gelap untuk penerbit. Terlalu kasar untuk pembaca wanita yang mencari pelarian manis.
830 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as unsur puisi
Read
+Library
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Ibu bertanya dengan nada tidak sabar. "Nggak apa-apa, cuma mabuk perjalanan." "Cuma mabuk perjalanan," jawabku. Ibu mendengus dingin. "Sama aja kelakuannya kayak ayahmu." Aku memejamkan mata, menelan kembali rasa amis manis yang naik ke tenggorokan. Kehidupan selanjutnya, benar-benar tidak mau datang lagi. Mobil berjalan lima jam.
7.8K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as unsur puisi
Read
+Library
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as unsur puisi
Read
+Library
PURA-PURA TIADA

PURA-PURA TIADA

Jawab Arin sambil menampilkan ekspresi wajah serius. Mereka semua akhirnya berpencar sesuai Arahan Arin. ___ Kunes memandang pintu didepannya sambil menahan tawa. Dirinya tadi mengira, bahwa poster nenek jongkok itu adalah poster salah satu artis Korea yang sering dibicarakan istrinya. Namun ternyata, memang gambar nenek-nenek jongkok, yang tidak lain adalah Puspa yang sedang berjongkok diatas sebuah batu.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as unsur puisi
Read
+Library
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Yansen menjilat darah di sudut bibirnya, lalu mengejek Ayah. "Teddy, putrimu itu korban dari pukulanmu sendiri. Aku hanya nggak membebaskannya saja. Dan sekarang kamu marah padaku, betapa konyolnya!" Oh! Hampir aku lupa bilang, istrimu Susan dulu bukan meninggal karena kecelakaan, tetapi bunuh diri!" "Sekarang, kalau kamu bunuh aku pun, apa untungnya? Tetap saja kamu sudah kehilangan segalanya!"
8.5K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as unsur puisi
Read
+Library
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

“Puisi Tentang Yang Tidak Tuntas.” Lucas melirik. “Favoritku.” “Kenapa?” “Karena yang tidak tuntas… biasanya justru paling jujur.” Mereka duduk di lantai kayu tua. Tak ada pengunjung lain. Hanya suara angin dari jendela dan gemerisik kertas yang disentuh. Lucas membaca satu puisi dengan suara pelan. Lalu berhenti, menatap Jasmin. “Boleh aku tanya sesuatu?”
106.4K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as unsur puisi
Read
+Library
Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian

TPU Anggrek Ungu Semestinya, semburat oranye di cakrawala sore itu—membuat Jenna merasakan kedamaian dan ketentraman. Seperti hari-hari sebelumnya, di saat sore hari tiba—dirinya selalu memandangi langit senja dengan perasaan suka cita. Tapi berbeda dengan hari ini. Senja yang biasanya membuat senyumnya terbit di wajah, kini justru malah tangis yang meluruh dari wajah itu.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as unsur puisi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status