Pria yang Menguntitku
Aku melihatnya dengan senyum, “Kebetulan sekali, aku juga di blok 1, lantai 14.”
Martinus menunjukkan kekagetannya, “Oh pas sekali, aku juga di lantai 14, barusan pindahan, kita adalah tetangga.”
Jujur, aktingnya jelek sekali.
Pandangan matanya sudah mau lihat ke payudaraku, masih sok gentleman, saat aku melihatnya, kepalanya nunduk.
Tapi nggak papa, aku nggak peduli.
Aku ikutin dia tertawa.