Sentuhan Ajaib Mas Yanto
"Y-Ya Gusti, Mas... ASI-nya ngucur... B-basah semua tangan sampeyan..."
Yanto tidak menarik tangannya. Dengan ketenangan dan wibawa seorang ahli penyembuh, ia justru menyapu sisa lelehan cairan itu dengan usapan lembut yang makin memukau. Ibu jarinya sesekali menyentuh puting yang masih berdenyut, membantu mengeluarkan sisa sumbatan dengan tekanan yang sangat hati-hati.
"Nggak apa-apa, Mbak Sari," balas Yanto lirih namun terdengar begitu mendominasi. "Ini tandanya jalurnya sudah terbuka. Biar aku bantu sampai benar-benar lega."