Ada sesuatu yang sangat universal tentang cara lagu ini menggambarkan waktu. Bagi saya, 'waktu terus berjalan' bukan sekadar pernyataan literal, tapi lebih seperti pengingat bahwa hidup terus bergulir dengan atau tanpa kita. Lirik ini sering muncul dalam konteks lagu-lagu tentang penyesalan, cinta yang hilang, atau bahkan harapan—seolah-olah penyanyinya sedang berusaha berdamai dengan realitas yang tak bisa dihentikan.
Saya pernah mendengarkan lagu ini saat mengalami masa transisi dalam hidup, dan rasanya seperti setiap kata berbicara langsung kepada saya. Waktu memang tidak pernah berhenti, dan lagu ini mengajarkan bahwa yang bisa kita lakukan adalah belajar menari bersama arusnya, bukannya mencoba melawannya. Ada kedalaman filosofis yang sederhana namun kuat di balik lirik yang terkesan biasa ini.